Rinistiawati, Pahlawannya Masjid Salman ITB

“Daripada saya di kosan, lebih baik saya di Masjid karena di Masjid saya merasa berada di surga Allah” 

Jika mendengar nama Rinistiawati mungkin merasa asing di telinga. Tapi jangan salah nama lengkap itu disandang oleh salah seorang pahlawan luar biasa yang disapa dengan panggilan Mbak Rini. Sudah barang tentu orang – orang jika berkunjung ke Masjid Salman ITB pasti akan menemui beliau. Lahir dan besar di Solo 41 tahun lalu, Mbak Rini awalnya beragama Kristiani hingga beliau beranjak SMA dan melanjutkan pendidikannya di SMAK Dago.

Rini sering mengunjungi Masjid Salman ITB hanya untuk sekedar duduk di tangga koridor dan menikmati sejuknya udara. Berawal dari situ, Rini merasakan sesuatu yang berbeda pada dirinya. Ia merasakan kegelisahan yang luar biasa hingga dalam proses pencarian jati diri.  Sedikit demi sedikit Rini membaca terjemahan Al-Quran. Setelah lulus SMA, ia kembali ke Solo dan di Masjid Agung Solo lah beliau memantapkan diri menjadi seorang muslim.

Seperti biasanya, tidaklah mudah untuk menjalani kehidupan dengan agama baru hingga beliau ditentang oleh keluarganya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk hijrah ke Bandung. Dalam proses hijrahnya Rini tetap mendoakan kedua orang tua dan keluarganya. Pada saat itu juga beberapa saudaranya sudah memeluk Islam dan menikah kemudian tinggal di Subang.

Rini saat itu masih menganggur. Sebelumnya ia ditawarkan untuk bekerja di salah kantor oleh saudaranya namun ia  menolak dan berharap kepada Allah agar mendapatkan pekerjaan yang dapat merasa dekat kepada Allah.  Hingga akhinya doa beliau dikabulkan dan bekerja di Masjid Salman ITB.

“Bekerja dari tahun 2006 sampai sekarang ini Mbak Rini sangat bersyukur sebab dengan bekerja di rumah Allah, saya selalu merasa di surga,” ucapnya.

Perjalanan pekerjaannya selama 11 tahun tidaklah mudah. Banyak tantangan seperti cacian, penolakan dan sebagainya. Beliau adalah orang yang tegar dan selalu semangat untuk melakukan kebaikan “Ngga apa nak, dicaci dan sebagainya, Mbak Rini siap menerima, sabar saja” ujarnya.

Pada awalnya Mbak Rini hanya bekerja sebagai security. Namun ia meminta lebih untuk bekerja dari pagi sampai malam hari agar dapat melakukan kebaikan – kebaikan yang tidak henti. Pekerjaannya saat ini merangkap sebagai kebersihan. Selain mendapatkan pahala, juga dapat membugarkan tubuh karena senantiasa bergerak.

Ada program rutin yang dari dulu Mbak Rini kerjakan dan berasal dari inisiatif sendiri, yaitu merapikan shaf jamaah akhwat. Siapa saja yang berkunjung ke Masjid Salman ITB sebelum sholat dimulai, Mbak Rini sudah bersiap – siap untuk merapikan shaft akhwat, meskipun demikian ada saja jamaah yang menolak bahkan mencaci tetapi ada juga yang mengapresiasi. Tak jarang ia mendapatkan buah tangan dari orang-orang luar yang berkunjung ke Masjid Salman karena merasakan kenyamanan, kesejukan serta kerapihan shaf saat sholat berlangsung.

Rinistiawati, sosok pahlawan-nya Masjid Salman.

 

Mbak Rini menaruh harapan besar kepada pengunjung Masjid Salman ITB untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. “Kebersihan lingkungan harus tetap dijaga, terutama mahasiswa yang sedang belajar dan mengonsumsi makanan ringan, sampahnya harus dibuang” pinta Mbak Rini.

Selain dari harapan tersebut ia juga mempunyai impian besar untuk Masjid Salman ITB “Saya tuh nak, pengen banget di masjid ini punya tempat berteduh untuk anak jalanan, sedih aja nak liat mereka diluar, ngelem lah, apalah, saya tuh pengennya mereka juga mengenal agama biar ada pedoman terus dapat belajar juga seperti yang lainnya” tambahnya.

Di Subang, sedikit demi sedikit Rini membangun impian dengan menabung untuk mendirikan rumah singgah anak jalanan. Impian ini pun didukung oleh saudara dan kelurahan setempat. Jika pada akhirnya nanti Rini  pensiun, beliau akan tetap mengabdi di Masjid Salman, karena baginya Masjid Salman sudah menjadi rumah dan jiwanya.

Terlihat sekilas penampilan  Rini yang sederhana dan begitupula dengan niat tulus yang ada pada dirinya, Pantaslah beliau mendapatkan gelar sebagai pahlawan Masjid Salman ITB. Karena sesungguhnya pahlawan itu bukan hanya mereka yang berjuang di medan perang, banyak disekitar kita pahlawan – pahlawan yang menginspirasi salah satunya Rinistiawati. (Ari Saldi)

 

Tags

Related posts

One Comment;

*

*

Top