Belajar dari Masa Muda Muhammad SAW

sumber gambar: http://soleadventure.com

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Muhammad SAW, manusia yang paling agung yang sudah sepatutnya dijadikan contoh bagi seluruh ummat manusia di seluruh aspek kehidupannya. Al-Quran telah menerangkan bahwa beliau adalah sosok terbaik yang menjadi panutan dan rahmat seluruh alam. Jika dilihat buku sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW atau shirah nabawiah, sejarah Nabi Muhammad bisa dibilang paling lengkap dibandingkan dengan sejarah lainnya. Shirah nabawiah menjelaskan dari jauh sebelum Rasulullah dilahirkan hingga keadaan setelah Rasulullah SAW wafat dengan data yang valid dan referensi sumber yang dapat dipercaya.

Saat masih dalam kandungan Nabi Muhammad telah ditinggalkan oleh ayahnya. Maka Muhammad lahir dalam keadaan yatim. Muhammad kanak-kanak pun tidak diasuh secara langsung oleh ibunya. Beliau hanya beberapa hari setelah disusui oleh ibunya, Siti Aminah. Setelah itu Muhammad disusui oleh Tsuaibah selama tiga hari dan kemudian oleh kakeknya Abdul Muthalib disusukan dan diasuhkan kepada Halimatus-sa’diyah istri Harits dari kabilah Bani Saad. Saat usia 6 tahun beliau menjadi yatim-piatu, ibunya meniinggal di Abwa (antara Makkah dan Yatsrib) setelah berziarah ke makam ayah Muhammad, Abdullah. Maka semenjak kecil Muhammad telah dibimbing Allah secara langsung dengan keadaan yang susah. Lingkungan dan keadaanlah telah membuat beliau menjadi pribadi yang tangguh dan sangat dikagumi seluruh ummat.

Perang Fijar

Saat usia Muhammad berusia 15 tahun (ada yang bilang berusia 20 tahun) terjadilah peperangan yang disebut perang fijar. Perang ini melibatkan kaum Quraish dengan Suku Bani Kinanah Khawazim. Rasulullah diajak oleh pamannya Hamzah untuk ikut beperang dan ditugaskan untuk mengumpulkan panah. Jika diperhatikan, tugas ini adalah menjadi sangat vital dalam peperangan dan paling berbahaya. Lebih berbahaya dibandingkan dengan yang berlindung di belakang benteng sekalipun. Anak panah bisa kapan saja menuju kepada beliau. Maka untuk melakukan hal ini diperlukan keberanian yang luar biasa. Itulah yang dilakukan oleh Muhammad muda yang berani bahkan menghadapi maut sekalipun.Maka masa remaja adalah masa yang sangat pas untuk membangun keberanian, keluar dari zona nyaman. Sehingga keberanian pada masa remaja terakumulasi menjadi pribadi yang tangguh saat dewasa. Keberanian bukan hanya tentang perang, namun juga dalam bidang lain.

 Orang itu tidak dapat tiba-tiba muncul sebagai pemimpin,karena pemimpin yang kita inginkan adalah pemimpin yang tumbuh dari masyarakat, yang lahir bersama masyarakat, dan itulah yang alloh siapkan untuk kemimpinan Nabi Muhammad SAW, karena sebelum diangkat menjadi Nabi oleh Alloh swt, Muhammad SAW selalu hadir ditengah masyarakat, untuk berkontribusi dan mengikuti aktivitas-aktivitas sosial. (inspirasi 14 kajian shirah Nabawi, Ust. Elvandi, Lc)

Perjanjian Hilful Fudzul

Perjanjian hilful fudzul dilatar belakangi karena ada pedagang dari Yaman dari kabilah Zubaid. Dia datang ke Makkah dengan membawa barang dagangannya lalu bertransaksi dengan Al-Ash Bin Wa’il, yang merupakan ayahnya Amr Bin Ash sahabat Rasulullah. Ash Bind Wa’il juga Setelah bertransaksi, Al-Ash tidak mau membayar barang kepada pedagang tersebut.

Si pedagang berusaha meminta tolong kepada penduduk dan pemuka kaum Quraish, namun tidak ada ada satupun yang menggubrisnya. Maka dia pergi ke masjidil Haram dia bersyair tentang kesusahannya. Maka datanglah pemuka dari Bani Abdul Muthalib bernama Zubair bin Abdul Muthalib. Zubair berinisiatif untuk berkoalisi bersama pemuka Quraish lainnya membentuk suatu forum. Forum itu dihadiri oleh para pemuka dari Bani Hisyam, Bani Abdul Muthalib,  Bani Asad, dan lainnya. Juga tentuya dihadiri oleh Muhammad muda, yang telah dikenal dengan kejujurannya sehingga diberi gelar Al-Amin. Pertemuan itu menghasilkan suatu kesepakatan untuk memberantas kedzaliman kepada siapapun yang berada di Makkah, baik itu penduduk pendatang maupun penduduk asli. Pertemuan itu disebut dengan Hilful Fudzul.

“Aku menghadiri sebuah perjanjian di rumah Abdullah bin Jud’an. Tidaklah ada yang melebihi kecintaanku pada unta merah kecuali perjanjian ini. Andai aku diajak untuk menyepakati perjanjian ini di masa Islam, aku pun akan mendatanginya” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra no 12110, dihasankan oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.1900)

Dari peristiwa tersebut Nabi Muhammad semenjak masih mudah ikut komunitas dan organisasi. Belajar bagaimana membangun koalisi, membentuk aliansi orang-orang yang memiliki visi sama, memberantas ketidakadilan. Maka partisipasi dalam komunitas, maupun dengan masyarakat sangat penting  untuk membentuk sifat kepemimpinan. Kita harus memiliki strategi agenda bersama memberantas common enemy berupa kezhaliman, karena sejatinya itu adalah muslim berdaya, seperti halnya yang dilakukan Rasulullah muda.

Dari hadist Al-Baihaqi di atas maka yang menjadi harga bagi pemuda adalah ideologinya. Saat ini kita dihadapkan dengan orang-orang yang melawan idealisme dengan materi. Rasulullah mengajarkan untuk tetap komitmen dengan pertemuan kebaikan, bahkan jika diganti dengan unta merah yang sangat mahal.

Pebisnis yang Sukses

Semenjak usianya 12 tahun, Muhammad sudah mulai melakukan perjalanan jauh untuk berniaga yang saat itu dibawa oleh pamannya Abu Thalib ke Syam. Maka semenjak saat itulah Muhammad mulai mengenal dunia perniagaan atau bisnis. Saat usia remaja sebelum usia 25 tahun Muhammad telah menjadi pengusaha yang sukses. Beliau menjual barang dagangan milik wanita terhormat pada waktu itu, Khadijah Binti Khualid, RA. Dengan caranyaberdagang, barang dagangan yang dijual oleh rasulullah menghasilkan keuntungan yang besar dibandingkan dengan pedagang lainnya. Maka Khadijah pun mulai tertarik ke Muhammad muda ini, bukan hanya karena kesuksesannya, namun terlebih kepada keshalihannya dan keamanah-nya dalam segala hal. Khadijah menampaikan hal tersebut kepada Muhammad. Maka Muh ammad pun menikahi Khadijah dengan mas kawin yang sangat mahal.

Dari kisah di atas dapat diambil pelajaran bahwa pentingnya melakuan perjalanan. Keluar dari kampung halaman, sehingga saat kita pulang nanti, wawasan kita bertambah luas dan kacamata kehidupan kita berubah menjadi kacamata perbaikan. Selain itu bisnis adalah modal dasar pesona laki-laki, untuk menghidupi keluarga ataupun dakwah. Terlepas dari kita tidak harus perhatian dengan harta, tapi pada faktanya ini dibutuhkan. Maka target seorang muslim yang berdaya adalah memiliki kedudukan yang terhormat sehingga memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan sosial.

 

Sikap Selaku Pemuda

Sebelum menentukan strategi perjalanan untuk mencapai tujuan, maka ada hal yang lebih penting dari sekedar mekakukan perjalanan bahkan menentukan tujuan hidup. Hal tersebut adalah mengetahui posisi kita berada. Sebagai pemuda yang telah menjalani kehidupan kanak-kanak sampai remaja, maka yang harus dilakukan adalah merekap ulang kehidupan di masa lalu, salah satunya menulis biografi kehidupan. Telusuri kembali kira-kira bakat apa yang kita punya ketika masih kecil. Mungkinkah waktu kecil juara lomba menggambar, maka bisa jadi kedepan menjadi desainer yang sukses.

Kemudian kita harus memiliki planning visi jangka panjang. Apa kira-kira amal terbaik yang akan kita presentasikan kepada Allah di akhirat kelak. Masterpiece apa yang akan kita torehkan setelah kita tidak berada di dunia ini. Maka untuk mencapai hal tersebut, pemuda harus membangun keberanian, belajar berorganisasi, dan mulailah belajar menghidupi diri sendiri.

Terkadang rasa semangat hilang dan rasa malas menghampiri. Maka untuk menyalakan kembali semangat dan menghilangkan rasa malas, kita memerlukan stok inspirasi. Inspirasi dapat diperoleh dengan membaca sejarah, khususnya sejarah manusia teladan, Muhammad SAW.

Wallahual’lam bissawab

 

 

 

Sumber:

Ceramah Mabit Aktivis dan Gerakan Subuh Jamaah Nasional mesjid Salman ITB oleh Ustadz Elvandi, Lc., M.A. (15/09/17)

Kajian Shirah Inspirasi Nabi ke-3 “Muhammad Muda: Bisnis, Cinta, dan Organisasi” Ustadz Elvandi

https://muslim.or.id/13509-peristiwa-hilful-fudhul.html

http://muda.id/

Related posts

*

*

Top