BMK Salman ITB Menyelenggarakan Pelatihan Talent Mapping

Peserta menyimak materi pada acara pelatihan talent mapping yang dilaksanakan di GSS D mesjid Salman pada hari Sabtu, 9/0/2017 (Foto : Dokumentasi BMK)

Bandung, (Salman Media)  Tim pelatihan Bidang Mahasiswa dan Kaderisasi (BMK) Salman ITB menyelenggarakan pelatihan tes pemetaan bakat (talent mapping) pada hari Sabtu (09/09/2017) di Gedung Sayap Selatan (GSS) D mesjid Salman ITB. Pelatihan talent mapping ini adalah yang ketiga kalinya sebagai sarana untuk para kader Salman agar dari berbagai perguruan ting dapat memetakan karirnya, khususnya bagi untuk mahasiswa tingkat akhir. Peserta merupakan para kader Salman dari berbagai perguuan tinggi yang telah mengikuti pelatihan Latihan Mujtahid Dakwah (LMD) dan yang telah diseleksi.  Beberapa minggu sebelum acara dimulai peserta yang dinyatakan lolos harus mengisi assesment pada website yang telah disediakan supaya bakat dan minat dapat terpetakan. Pembicara dari pelatihan ini adalah Muhammad Firman yang juga alumni aktivis Salman dan juga lulusan Biologi ITB.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB oleh MC lalu dianjutkan dengan tilawah Al-Quran oleh Ade Rainaldo yang juga sebagai peserta. Setelah tilawah maka acara Acara terbuka menjadi dua sesi. Pada sesi pertama pemateri menceritkan pengalaman pribadinya yang harus kuliah tujuh tahun di ITB dan hampir Drop Out, hingga dirinya menjadi karyawan Salman dan mendapatkan pelatihan talent mapping pada usia 30 tahun. Sejak saat itulah hidupnya berubah dan menjadi lebih baik karena bekerja sesuai dengan hati, hingga sekarang dirinya jadi seorang psikolog dan trainner.

“Menurut survei suatu lembaga, sekitar 87% mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan. Hal ini dikarenakan mereka kuliah tidak sesuai dengan minat dan bakat”, ungkap pemateri. Firman menjelaskan bahwa mengetahui bakat dan potensi serta kelemahan yang ada pada diri sendiri sangat penting untuk memetakan karir. “Setiap inidividu adalah unik, maka setiap individu pasti memiliki kebermanfaatan yang spesifik. Maka barang siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya”. Ungkap pemateri pada sesi pertama.

Sesi kedua dimulai ba’da dzuhur setelah shalat dan makan siang. Pada sesi ke dua dijelaskan tentang bagaimana cara membaca dan memahami karakter diri sendiri dari hasil assesment yang telah diisi sebelumnya. Umumnya terdapat 34 sifat seseorang dimana setiap orang tentunya akan berbeda satu sama lain sesuai dengan urutan ke-34 sifat tersebut. Pada bagian ini juga dijelaskan bagaiman cara mengembangkan potensi dan kelebihan dan cara mensiasati kekuranganan dan kelemahan diri sendiri . Juga dijelaksan apa saja karir yang sesuai dengan potensi dan bakan masing-masing.

Berbagai tanggapan positif diberikan oleh para peserta pelatihan talent mapping ini.Hatur nuhun Kang Firman atas nasihat dan doanya ketika di acara ini. Saya masih ingat kata kang Firman, kamu (harun) cocok untuk menggatikan bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia) kamu peduli pada nelayan. Semakin meyakinkan niat dan tekad untuk melanjutkan sikap terbaik terhadap skenario Allah SWT terhadap diri saya, dan semoga mampu berperan sesuai aturan-Nya.”, ujar Harun Subkhi, mahasiswa IPB yang sengaja datang dari Bogor. Tanggapan lain juga disampaikan dari seorang mahasiswi mengenai acara pelatihan talent mapping iniMenjadi lebih memahaki diri dan orang lain. Bahwa setiap manusia itu diciptakan dengan bawaan / fitrah masing2. Watak dan bakat yg berbeda. Bahkan talents mapping ini mampu menemukan hal dalam diri saya yang saya tidak bisa temukan. Membuat saya menjadi lebih mengerti segala tindak tanduk saya sendiri,bagaimana mengontrol,mengoptimalkan,meminimalasir dan mengarahkan segala fitrah dalam diri ini untuk memaksimalkan diri dalam memenuhi tujuan penciptaan manusia yaitu sebagai khalifah imaroh dan imamah”.  Izza Dwivanka, mahasiswi Teknik Kelautan ITB 2014, menyampaikan kesannya.

Foto bersama peserta dan pemateri setelah pelatihan talent mapping (foto : Dokumentasi BMK)

*

*

Top