Charge Semangat Berbagi di Bandung Adha Festival 1438H!

Panitia Ring 1 Tengah Berfoto di Panggung (Muti’ah Nurul jihadah)

Suasana Komplek Masjid Salman ITB pada Ahad (3/9) lalu mendadak berubah padat oleh pengujung, bahkan sedari pagi. Propaganda “Pembagian 10.000 tusuk Sate Gratis dan gulai” agaknya menjadi dalang dibalik keramaian ini. Lapangan futsal Salman telah dipadati jamaah sedari pukul 8 pagi, padahal hidangan gratis baru dibagikan pukul 9 pagi. Akibatnya, pembagian hidangan dilaksanakan dalam tiga kloter: pukul 9 pagi, 11.30, dan pukul 12.30 hingga pukul 14.00. Hidangan yang disediakan adalah sate padang, sate sapi kacang, dan gulai sapi.

 

Beragam Mata Acara Dengan Pesan Rahasia

Bagi-bagi sate gratis adalah salah satu mata acara utama pada Bandung Adha Festival 1438 H lalu. Selain itu, Adha expo, Panggung Ceria, Children Care and Creativity, Panahan, Medical check up dan donor, green education, dan lain-lain. Di Adha expo ada banyak stand makanan, merchandise, buku, dan pernak-pernik lainnya yang dijual. Setidaknya 15 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) terlibat dalam expo ini.

Panggung ceria menampilkan Edcoustic yang terkenal dengan bait syair yang kental dengan semangat keIslaman. Menyusul Edcoustic, ditampilkan pula SOCA, grup vokal yang berpersonilkan orang-orang dengan diisabilitas yang dianugerahi denting suara yang indah, tidak kalah dengan artis-artis lainnya. Penampilan  SOCA pada pagi itu sukses menyihir seantero Salman. Selain performa Edcoustic dan SOCA, beberapa unit Salman seperti Reklamasa, Karisma, Unit PengembanganTilawatil Qur’an (UPTQ) dan Unit Rebana ITB juga turut meramaikan panggung dengan ciri khasnya masing-masing. Unit-unit go green dari ITB seperti U-Green ITB turut meramaikan dengan kampanye cinta kebersihan. Fasilitas panahan di lapangan rumput utara mengundang massa untuk mengolah kembali raga yang telah kaku, begitu pula panitia yang telah begadang semalam penuh untuk  Jadilah Salman pada hari itu menjadi masjid dengan fasilitas piknik yang dapat dinikmati oleh segala usia dan kalangan.

Dengan keragaman acara yang ditawarkan untuk pengunjung, Panitia Pelaksana Program Idul Adha (P3I) seakan ingin kembali menegaskan makna “Pesona Berbagi”, tema tahun ini, dalam berbagai aspek. Seni yang dilahirkan diatas panggung menambah berat kebahagiaan yang menggantung di atmosfer, mendukung dekorasi payung warna-warni dan gantungan-gantungan lainnya yang ditata dengan memikat ditingkahi langit biru dan angin semilir. Semangat mendidik menuju kebaikan ditularkan melalui stan kreativitas anak dengan beragam eksperimen sains dan cerita hikmah (yang juga ditampilkan di atas panggung). Semangat melebarkan kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat, hingga semangat Idul Adha berupa keikhlasan yang  terbalut apik dalam hidangan yang disediakan panitia. Suatu keikhlasan yang lahir dari pengorbanan waktu ditengah tugas kuliah yang menggunung, tangisan tertahan akibat tidak bisa berlebaran bersama keluarga, dan yang pasti: perasaan besar ingin melihat Salman sesak akibat gelombang kebahagiaan, senyuman, dan kepedulian! Suatu atmosfer yang cocok untuk menggambarkan komprehensivitas, universalitas, dan kedamaian dalam Islam.

Suasana Pembagian Sate yang ramai tai Tertib (Muti’ah Nurul Jihadah)

Good Job, Panitia!

Penulis tergabung dalam salah satu divisi di Bandung Adha Festival ini, yaitu divisi SAI (Sate dan Gulai). Divsi yang sudah eksis sejak dua tahun lalu ini memiliki hak khusus dalam menangani hidangan gratis yang dibagikan. Pada P3I 1436, divisi SAI menghidangkan sate maranggi. Pada tahun 1437, divisi ini menghidangkan sate Padang dan gulai. Pada 1438, divisi ini berhasil mengolah 125 kilogram daging sapi menjadi sate Padang, sate kacang, dan gulai. Butuh dua kali simulasi sebelum hari H dan satu hari yang dilengkapi dengan begadang untuk menyelesaikan sate denga bumbu yang lezat dan tekstur daging yang empuk ini.

Sembari mengolah daging, suasana Saung Utsman yang dipakai sebagi ruangan memasak riuh oleh cengkrama panitia. Nadhira, salah satu panitia yang berkuliah di SAPPK (Sekolah Arsitektur, Pembangunan, dan Perencanaan Kota)  ITB angkatan 2017, menceritakan kenangannya saat perayaan Idul Adha di MAN Insan Cendekia Serpong.

“Sambil nyuci daging ini jadinya teringat suasana Qurban di SMA yang tetap ngga tergantikan,” kenangnya. Lain halnya dengan Ulya, Mahasiswi ITB adal Padang ini terkenang suasanalebaran  di kampungnya. Apapun kenagan yang dibawa justru  menambah semangat panitia dalam menyediakan  sepuluh ribu tusuk sate gratis yang kian menggunung. Good job, panitia!

2 Comments

  1. Choerunnisa said:

    Assalamu’alaikum. Teh, boleh minta cp group SOCA ngga? Rencananya saya ada penelitian tentang mereka. Hatur nuhun.

*

*

Top