Mau Menyembelih? Belajar Dulu Mengenai Proses Halalnya!

Suasana Pelatihan K3 Qurban (Muti’ah Nurul)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”
(Al-Kautsar: 1-3)

Idul Adha merupakan hari raya Ummat Islam yang spesial, karena pada hari ini disyariatkan untuk melaksanakan ibadah Qurban. Penyembelihan dilakukan dari 10 dzulhijah hingga tiga hari setelahnya. Daging qurban kelak akan dikonsumsi oleh penerima daging, oleh karena itu, penyembelihan daging qurban harus benar-benar mengikuti apa yang disyariatkan dalam Islam. Atas kesadaran ini, Yayasan Pembina Masjid Salman ITB dibawah P3I (Panitia Pelaksana Program Idul Adha) mengadakan Pelatihan Keselamatan Kerja Qurban bekerjasama dengan dinas Peternakan Bandung mengenai pelatihan juru sembelih halal. Dalam pelatihan ini dipaparkan cara memilih sapi yang sehat dan sesuai syariat. Kondisi sapi yang baik dapat diketahui melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Dipaparkan juga cara menyembelih, pencacahan dan distribusi yang sesuai dengan syariat. Semua ini dimaksudkan agar ummat muslim yang berhak menerima qurban yan terdaftar di Salman dapat menerima daging qurban yang halal dan thayyib.

Kualitas Ante Mortem
Ante mortem, atau sebelum kematian adalah kondisi hidup dari sapi qurban. Beberapa parameter yang haru dipertimbangkan adalah ukuran tubuh sapi, kondisi kesehatan sapi seperti keberadaan gejala anthrax (adanya pembengkakan limpa dan bagian tubuh lainnya akibat akumulasi virus dan reaksi imunitas sapi) dan potensi rusaknya hati akibat infeksi cacing, serta perlakuan kepada sapi. Walau sulit, pastikan sapi tidak mengalami stress dengan tidak menganiaya dan menarik sapi rebahan dengan keras. Pengelolaan perkandangan sapi juga harus diperhatikan karena kandang yang kotor merupakan tempat yang potensial dalam penyebaran virus dan bakteri. Hasil pemeriksaan nanti dilaporkan kepada panitia qurban. Jika terdapat penyakit yang tidak membahayakan seperti sakit mata maka sapi tersebut tidak dijadikan prioritas penyembelihan, dan diusahakan sembuh hingga jelang berakhirnya hari tasyrik.
Selain kualitas sapi, perlu dilakukan pengecekan alat penyembelihan. Pisau atau golok, salah satu komponen utama untuk menyembelih, harus diasah hingga tajam, dan dipilih yang memiliki panjang 1,5 kali leher sapi. Alat lainnya adalah pisau pengulitan, pisau cacah, dan pisau lainnya untuk membersihkan.

Saat Penyembelihan, Post Mortem, dan Distribusi
Terlebih dahulu dilakukan persiapan tempat terutama dalam hal penanganan sanitasi: tempat penampung darah, pencacahan daging, dan pembersihan daging. Tempat penampung darah adalah lubang di tanah yang befungsi sebagai tempat mengubur darah, karena dalam kepentingan massal merupakan lubang dengan ukuran mencapai 2×1 meter, atau disesuaikan dengan ukuran tempat. Untuk pencacahan daging sebaiknya dilakukan diatas alas yang kaki juru cacah tidak menapak di atasnya, dengan tujuan meningkatkan higenitas. Di tempat pembersihan daging diharapkan menggunakan air mengalir untuk mencegah kontaminasi mikroba.
Saat penyembelihan terdapat dua proses penting, yaitu penyembelihan itu sendiri dan pencacahan. Ketika penyembelihan, sang juru sembelih harus memahami langkah-langkah yang sesuai dengan syariat Islam. Pertama, sapi dibaringkan ke arah kiblat. Saat membaringkan, usahakan tidak menyentak dengan keras dan membuat sapi stress. Banyak-banyak mengelus sapi agar tidak stress. Juru sembelih harus memulai dengan Bismillah dan takbir, lalu memotong tiga saluran sekaligus: napas, darah, dan udara.
Pengecekan post mortem dimulai dengan konfirmasi kematian melalui refleks mata dan aliran napas. Setelah dipastikan mati, dilakukan pengulitan dan pencacahan, lalu dibersihkan, dikemas dan dibagi untuk didistribusikan. Penanganan daging harus cepat dan bersih karena jika tidak dibagikan dalam waktu empat jam, kualitas daging akan bertambah buruk akibat pertumbuhan mikrroba dalam daging. Apabila ditunaikan dengan baik, insya Allah status kehalalan daging meningkat dan satu tindakan akurat kehalalan dari seorang juru sembelih mampu menyelamatkan umat muslim dari mengonsumsi yang tidak halal.

*

*

Top