Sanlat Tematik Salman : Ngaji, Belajar Akting, dan Bikin Film Pendek

Para peserta Sanlat Film Tematik. (foto : Bustomi)

Bandung, (Salman Media) – Salman Film Academy menggelar kembali Pesantren Film Tematik dari hari Sabtu (10/6/2017) hingga Rabu (14/6/2017). Ini adalah  tahun ke 3 pesantren film diadakan dan pertama kali berjalan pada Ramadhan tahun 2015. Pesertanya dibatasi hanya untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) saja. Malikkul Shaleh, Koordinator Pesantren Film Tematik ini mengatakan anak SMP dirasa sudah cukup umur dalam memutuskan passion untuk berkecimpung di dunia perfilman. “Sanlat yang diadakan tidak lebih tinggi dari anak SMA karena Salman Film Academy punya program tersendiri untuk mahasiswa yakni Kelas Film,” katanya.

Malik mengatakan bahwa Salman Film ingin mengenalkan dunia perfilman kepada anak-anak bahwa Film di bioskop itu bermula di kegiatan-kegiatan kecil seperti sanlat tematik ini. “Pada sanlat ini kamu ingin  membuat suatu kegiatan yang bisa menjadi pilihan anak-anak berkegiatan. Lalu sanlat tematik ini adalah suatu upaya untuk melakukan kaderisasi para filmmaker muda,” jelas alumni kelas Film angkatan kedua ini.

Peserta Sanlat Film Tematik Salman tengah memproduksi sebuah film karya mereka, Senin (11/6/2017). (foto: Bustomi)

Pengisi materi Sanlat ini adalah para pengurus Salman Academy yang akan menjelaskan dunia perfilman dan para peserta Para Penghafal Al-Quran pun turut memberikan motivasi pada anak-anak.

“Kegiatannya terbagi menjadi dua,  kegiatan agama dan perfilman . Untuk kegiatan agama sendiri, hanya sebatas penargetan amalan yaumi. Untuk kegiatan perfilman, akan diajarkan kepada anak-anak segala hal tentang perfilman kecil-kecilan hingga tahap produksi film sendiri. Film yang sudah dibuat akan ditampilkan pada saat penutupan, beberapa yang terbaik akan diupload ke channel youtube Salman dan ditampilkan pada TV-TV kecil di selasar teh,” kata Malik yang juga memiliki bisnis di luar selain aktif di Salman ini.

(foto : Bustomi)

Karena Salman Film bukan lembaga yang formal, untuk mengadakan sekolah seperti ini maka harus diadakan pada hari dimana tidak ada sekolah rutin contohnya hari libur atau ketika ramadhan. Peserta kali ini dibatasi 50 orang saja. Sengaja dibuat sedikit karena masih mencari pola baku untuk sanlat tematik kedepannya. Peserta terjauh berasal dari Lampung. Bandung, Jakarta dan sekitarnya masih mendominasi peserta Sanlat Film Tematik ini.

“Kami harap anak-anak bisa menyelesaikan karyanya tepat waktu dan film-filmnya bisa ditonton orangtua. Harapan jangka panjangnya, semoga semakin banyak anak-anak yang tertarik terhadap filmmaking, tertarik ke komunitas-komunitas seperti Salman Film dan bisa bergabung dengan Salman nantinya,” ujar Malik. (Rifqi F.A.)

*

*

Top