Usia Senja, Namun Tetap Melenggang Tonton Zakir Naik di Salman

Bu Wiqe (68) dan Pak Harli (82) Berfoto Berdua Sebelum Pulang ke Rumah Melanjutkan Menonton Ceramah Dr. Zakir Naik di TV

Bu Wiqe (68) dan Pak Harli (82) Berfoto Berdua Sebelum Pulang ke Rumah Melanjutkan Menonton Ceramah Dr. Zakir Naik di TV, Ahad (2/4/2017). (foto : Muti’ah)

Masih pagi saat saya sampai di Masjid Salman untuk membantu menjaga barisan registrasi live streaming ceramah Dr. Zakir Naik di Koridor Timur Masjid Salman ITB pada Ahad (2/4/2017) lalu.Semakin menuju pukul 7.45, peserta semakin berduyun-duyun menuju Masjid Salman. Diantara jamaah akhwat, terlihat seorang ibu berjalan tertatih-tatih sembari membawa kursi. Hal ini menarik perhatian saya. Kenapa beliau bersusah-susah datang ke Salman pagi ini, demi menonton live streaming yang dapat diakses di rumah pula! Penasaran, saya amati beliau. Begitu memperoleh posisi yang nyaman di pojok kanan belakang Masjid, beliau duduk dan sholat tahiyatul masjid (sholat dua rakaat sebagai bentuk penghormatan kepada Masjid). Beliau duduk dengan tenang mendengarkan beberapa ceramah sambutan dari Syarif Hidayat, Ketua YPM Salman ITB,  dan Yedi Purwanto, Dosen Agama dan Etika Islam ITB. Akan tetapi, beberapa menit setelah live streaming dimulai, beliau memilih pulang.

“Saya lupa bawa kacamata, jadi tulisan terjemahannya tidak terbaca, dan audionya juga kurang jelas karena suaranya tercampur-campur antara suara asli dan dubbing,” jelas beliau.

Beliau memperkenalkan diri sebagai  Wiqe (68), salah satu jamaah Salman yang senang itikaf Ramadhan di Salman sejak beberapa tahun yang lalu. Ibu Wiqe datang ke Salman bersama suami beliau, Harli (82). Keduanya terlihat masih segar bugar walaupun berada pada usia lanjut.

Saya melepas rasa penasaran dengan menanyakan pada beliau berdua mengenai alasannya bela-belain datang ke Salman pagi buta untuk menonton live streaming Dr. Zakir Naik. “Sekalian men-doubling kan pahala Neng, walau bisa dengar di rumah tapi pahala ketika ke Masjid kan ada dan besar, insya Allah, ” jelas Wiqe.

Wiqe dan Harli mengenal ceramah Dr. Zakir Naik melalui media sosial Facebook. Mereka berdua menyukai ceramah Dr. Zakir Naik karena gaya ceramahnya yang tegas terhadap fakta dan kebenaran. Logika beliau yang cerdas digunakan untuk menjawab pertanyaan yang kritis dan menantang sebagaimana yang sering kita lihat di YouTube, sehingga menepis syak keraguan di benak para penanya dan pemirsa video.

“Beliau cerdas dan tegas, dan di Indonesia, saya rasa umat Muslim membutuhkan beliau. Banyak orang  Indonesia yang belum memahami benar-benar mengenai Islam, dan sebaiknya di Indonesia ada orang yang berani dakwah yang tegas, dalam artian menyatakan bahwa A adalah A, B adalah B. Begitu seharusnya, agar tidak ada pencampuran yang Haq dan yang bathil, seperti yang sudah-sudah,” jelas  Harli.

Dakwah yang Furqon

Dakwah yang Furqon, atau dakwah yang dengan tegas membedakan yang haq (benar) dan bathil (buruk/salah) adalah dakwah yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Ada banyak paham yang muncul di Indonesia, memunculkan banyak praktik taqlid dan bid’ah yang justru mengganggu bahkan merusak tauhid masyarakat Islam Indonesia. Kehadiran Dr. Zakir Naik yang tegas dan cerdas bagaikan angin segar pencerah peradaban dari India, negeri Shah Rukh Khan ini. Beberapa bantahan yang tangkas dari beliau terhadap paham yang keliru dan persepsi hasil islamophobia yang dipaparkan dijelaskan dengan gamblang. Terbukti dengan masuk Islamnya beberapa orang di belahan dunia lain saat mendengar ceramah beliau.

Ketika ilmu mendasari amal, maka dakwah menjadi lebih mengena. Terbukti dengan animo masyarakat yang sangat tinggi untuk mendengarkan dakwah beliau walau hanya via live streaming. Di Masjid Salman, lebih dari 2000 jamaah memadati Ruang Utama, Koridor, dan Balkon Masjid pada pagi ini. Marilah kita bersama mengangkat tangan, berdoa, semoga Allah mengabulkan, seperti kata Zakir Naik tadi, semoga Indonesia dari sini menjadi negara model bagi negara mayoritas Muslim di seluruh dunia.**

2 Comments

  1. wiqe chirana wiranthie said:

    Subhanallah..Alhamdulillah..Allahu Akbar!.. Jazaakillah khair.. Terimakasih Ananda Muti’ah.. Kami tidak menyangka akan di tayangkan di “kabar.salmanitb.com”.. Semoga ada manfaatnya.. sedikitnya menjadi “ibrah” agar lebih banyak lagi muslim dan muslimah, terutama yang lebih muda mendatangi masjid selain untuk shalat berjamaah, juga untuk memakmurkan masjid sebagai sumber ilmu dan keberkahan dalam beramal sholeh, meraih kasih sayang Allah dan Ridho Allah Subhanahu wa ta’ala.. in syaa Allah.. Barakallaahu fiikum..

*

*

Top