Aksikan Perbuatanmu Sebelum Nyaringkan Suaramu

hand-1331323_960_720

sumber foto: https://pixabay.com/en/hand-help-1331323/

 

Iman dan amal saleh tidak dapat dipisahkan dan selalu disebutkan secara bersama sama dalam Al-Quran. Keimanan merupakan hal dasar yang harus dimiliki. Karena seberapa pun banyak amalnya maka perbuatan seseoang akan sia sia dan dusta jika tidak dibarengi dengan iman. Berkenaan dengan hal ini Allah menegaskan dalam surat Al-Furqan ayat 23.

“Kami berikan balasan kepada mereka atas amal yang mereka lakukan. Kami jadikan amal orang-orang kafir sia-sia bagaikan debu yang beterbangan.”

Namun kita selaku seorang muslim jangan dulu berbangga sudah beriman namun belum beramal saleh. Iman tanpa amal saleh juga tidak sempurna imannya. Konsep iman sendiri adalah diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan.

Hendaknya malu apabila kita hanya bangga dengan keimanan yang kita miliki namun perbuatan amal saleh kita sedikit. Hasan Al-Basri berkata bahwa keimanan itu bukan hanya keyakinan namun harus dibuktikan dengan perbuatan. Jika kebaikan tidak dilakukan, maka akan ada celah kebaikan yang kosong. Celah kosong ini jika tidak dilakukan oleh orang muslim, maka orang kafir akan mengisi amal baik ini. Sehingga orang orang lebih tertarik terhadap perbuatan yang dilakukan oleh orang kafir yang ujung ujungnya menganggap semua agama adalah sama.

Hal ini merupakan masalah yang cukup serius yang berkaitan dengan aqidah yaitu menimbulkan salah paham terhadap status amal baik yang dilakukan oleh orang kafir. Padahal telah dikatakan sebelumnya bahwa amal tanpa didasari keimanan adalah hal yang sia sia. Maka jangan sampai orang muslim berbuat sesuatu yang lebih buruk dibanding orang kafir, hingga energi yang kita punya habis terpakai karena saling caci mencaki yang tiada guna. Alangkah lebih baiknya energi dimanfaatkan untuk melakukan hal yang baik dan beramal. Maka apabila seseorang yang kurang beramal janganlah menghina syaitan atau orang lain tapi salah kan diri sendiri.  Jika orang kafir berbuat baik maka ummat muslim seharusnya berbuat lebih baik lagi. Jangan sampai nama baik islam tercoreng karena perilaku umat islam sendiri yang kurang beramal.

Islam merupakan agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari itu. Al-Quran menyebutkan bahwa ummat muslim merupakan khairu ummah atau ummat terbaik. Untuk mencapai islam sebagai khairu ummah bergantung pada perilaku ummat muslim sendiri. Dalam al-Quran juga disebutkan bahwa ummat muslim itu tinggi dikarenakan karena amal perbuatan ummatnya.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran : 110)

Amal saleh dalam islam sendiri memiliki keutamaan dan kedudukan tinggi. Amal saleh merupakan salah satu sebab seseorang masuk surga. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat As-Sajdah ayat 19.

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediamannya, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan”.

Allah tidak memandang  seseoarang hamba dari wajah, harta, maupun kedudukan. Tetapi Allah melihat hati dan amal dari hambanya. Amal perbuatan seseorang lebih berharga dibandingkan dengan perkataannya. Sahabat Rasulullah, Umar bin Khatab R.A. yang terkenal tegas pun berkata dengan lembut. “Semoga Allah memberikan rahmat yang menahan berucap meskipun baik, lalu ia lebih mendahulukan untuk berbuat”.

Dalam hal pepatah lain disebutkan bahwa the action is clouder than loud, perbuatan jauh lebih nyaring dibandingkan perkataan. Dalam hal berdakwah juga hendaklah seseorang untuk mendahulukan amalnya dibandingkan dengan memfasihkan lisannya. Hal ini terbukti bahwa dakwah dengan perbuatan dan contoh jauh lebih berpengaruh dibandingkan dengan dakwah melalui lisan. [Ed: Ft]

 

*diulas dalam Kajian Ifthar Hari Kamis (16/02/2017) oleh Ust. Yayat Supriatna.

 

Related posts

*

*

Top