Kiat Mengembalikan Kejayaan Islam

ilustrasi-hijrah-thestrangetwodotcom

ilustrasi : bersamadakwah.net

Sejak Rasulullah – shallallahu ‘alayhi wa sallam – diutus ke dunia sekitar 14 abad lalu, umat Islam telah melalui tiga dari lima fase akhir zaman: fase kenabian, fase khilafah di atas manhaj kenabian, dan fase kerajaan yang menggigit.  Pada tiga fase ini, umat Islam mengalami masa kejayaan, disebabkan umat Islam masih mengambil Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan, meskipun pada fase ketiga terjadi banyak penyimpangan.

Setelah Mustafa Kemal Ataturk – laknat Allah atasnya – membubarkan khilafah (kesultanan) Turki Utsmani pada 3 Maret 1924, umat Islam memasuki fase keempat dari lima fase akhir zaman: fase kerajaan diktator. Pada fase ini, sebagaimana yang terjadi saat ini, umat Islam dikuasai oleh para kepala negara yang mencampakkan hukum Allah dalam menjalankan pemerintahan, dan menggantinya dengan hukum buatan manusia di parlemen. Tidak hanya para penguasa, tetapi juga banyak dari kaum muslimin yang tidak berislam secara sempurna. Dengan kata lain, mereka mengamalkan sebagian dari Qur’an dan Sunnah, akan tetapi mengabaikan sebagian lainnya. Inilah sebab umat Islam mengalami kemunduran dalam segala aspek kehidupan saat ini.

Adalah benar bahwa sekarang umat Islam berada pada titik nadir dalam perjalanannya pada akhir zaman ini. Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla ternyata menginginkan umat ini tetap optimis dalam menjalani hari-harinya di dunia. Buktinya, pada masa kenabian, Allah sudah menyampaikan kabar gembira melalui hadits shahih dari nabi-Nya,

“…Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (mulkan jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah ’ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam,” (H.R. Ahmad).

Dari hadits di atas, sangat jelas dinyatakan bahwa setelah fase ini  (fase mulkan jabariyyan) akan ada fase kelima, yaitu fase khilafah di atas manhaj kenabian. Itu berarti kebangkitan umat Islam sudah dijamin oleh Allah, meskipun kita tidak tahu kapan kedatangannya. Namun, yang harus diingat, kebangkitan Islam hanya bisa diraih melalui orang-orang yang dipilih Allah saja. Mereka itulah yang disebutkan Allah dalam ayat ke-54 surah Al-Ma’idah.

Wahai sekalian orang beriman, barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat -ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci…”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa agen-agen kebangkitan Islam adalah orang-orang yang eksis di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Dengan mencintai dan dicintai Allah, mereka menjadi eksis di hadapan-Nya, dan dengan berkasih sayang kepada orang-orang beriman serta bersikap tegas kepada orang-orang kafir dan fasik, mereka menjadi eksis di hadapan manusia. Selain itu, mereka juga gigih berjibaku untuk mengembalikan kejayaan Islam tanpa takut akan risakan (bully) dari para pembenci kebenaran.

Kebangkitan Islam adalah suatu keniscayaan. Maka, biarlah kebangkitan itu terjadi. Yang penting kitanya, punya peran atau tidak untuk mengembalikan kejayaan Islam tersebut. (Faisal)

*diulas dari Kajian bersama Ustadz Asep Rodhi, S.Pd.I., setelah Salat Subuh dalam Mabit pada hari Ahad (5/2/17) di Masjid Salman ITB. 

One Comment;

*

*

Top