Salman Siapkan Lahan Pendukung Salman Hospital

Kamis (15/12/2016), telah dilaksanakan serah terima tanah wakaf dari jemaah Masjid Salman ITB kepada nazir wakaf salman yang dilaksanakan di kantor kelurahan Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Kamis (15/12/2016), telah dilaksanakan serah terima tanah wakaf dari jemaah Masjid Salman ITB kepada nazir wakaf salman yang dilaksanakan di kantor kelurahan Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Sebesar 4000 meter persegi lahan tanah tengah dibebaskan oleh Masjid Salman ITB dalam rangka sarana pendukung Salman Hospital. Dari 4000 meter tersebut, baru sekitar 1900 meter persegi lahan yang telah bebas. Hari Utomo, Ketua Badan Wakaf Salman ITB mengatakan lahan tersebut bisa dijadikan sarana pendukung Salman Hospital seperti Guest House untuk keluarga pasien  yang menginap. “Atau training center bagi para pelayan rumah sakit seperti dokter dan  lainnya,” ujarnya, Jumat (23/12/2016).

Penggalangan dana ini diambil dari para alumni ITB, dosen-dosen, serta umum. “Jadi, donasi ini terbuka pula untuk umum, bagi siapapun yang ingin mewakafkan tanah di sini (Soreang) untuk pembangunan Salman Hospital,” katanya.

Selain itu, untuk dapat membebaskan sisa lahan sekitar 3100 meter persegi, Hari merencanakan pada Bulan Mei 2017 mendatang akan ada lelang lukisan dari para pelukis ternama. “Diantaranya Sunaryo, Imam Basri, Mujahidin, dan lain-lain. Kami masih dalam tahap menghubungi kesedian mereka,” ungkapnya.

Strategi kedua dalam menggalang dana untuk pembebasan lahan ini adalah menggelar Gala Dinner bersama semua alumni. Supaya ada keterikatan satu sama lain dan rasa memiliki yang tinggi. “Kita pun terus menginformasikan mengenai hal ini di berbagai pengajian seperti di pengajian wanita salman (PWS), pengajian alumni salman, atau pengajian para dosen,” tuturnya.

Donatur dari Australia  Wakaf Tanah Untuk Salman Hospital

Tepat pada hari Rabu (14/12/2016), Heni, alumni ITB Teknik Lingkungan ’78 yang sudah menetap lama di Australia mewakafkan tanah sebesar 2700 meter persegi. Tanah yang ia wakafkan tersebut telah diikrarkan dihadapan pihak Salman, Kantor Urusan Agama, dan pejabat pemerintah setempat. Lokasi tanah wakaf bertempat di Soreang, 5 km dari tanah pembangunan Salman Hospital.

“Bu Heni ini juga alumni asrama putri ITB. Ia sedang berada di Indonesia dan sekaligus mewakafkan tanah untuk Salman. Tanah tersebut bisa digunakan untuk apa saja, misalnya untuk pertanian, atau sesuatu yang bermanfaat kedepannya,” ucap Hari.

Bicara soal keadaan pembangunan Salman Hospital, saat ini perkembangannya sudah memiliki lahan siap bangun. Tim Rumah Sakit yang terdiri dari dokter, perawat dan ahli teknologi pun sudah siap. Perizinan dan perencanaan pun sudah diajukan. Pertengahan tahun depan Salman Hospital sudah mulai dibangun.

“Kami dari Badan Wakaf Salman ingin mengajak untuk saling berlomba untuk mendukung Salman agar Salman bisa berkontribusi lebih besar lagi, dengan mewakafkan tanah untuk pembebasan lahan 4000 meter persegi tersebut,” tutupnya.

*

*

Top