Hidayat Nur Wahid : Berdakwahlah Sesuai Kemampuan

hidayat-nur-wahid1

Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid  mengadakan kunjungan ke Salman sebagai pembicara dalam Tabligh Akbar “Kaidah Untukmu Para Pengusung Dakwah”, Sabtu (10/12/2016). Dalam acara tersebut Hidayat didampingi oleh pemateri lain yakni Ust. Fadzlan Garamatan Ketua MIUMI Bidang Ekonomi dan Pengembangan, Ust. Haikal Hassan Direktur Anugrah Consulting dan Agung Harsoyo Dosen ITB.

Ia menyampaikan bahwa di Indonesia banyak dakwah yang dilakukan secara “munfarid”. Dakwah munfarid ini artinya dakwah yang dilakukan kelompok tertentu untuk anggota dan lingkungannya saja. Akibatnya, umat muslim terlihat seperti terkotak-kotakkan oleh adanya pengelompokan ini. Banyaknya kelompok yang ada membuat dakwah seperti berjalan sendiri-sendiri atau dengan kata lain tidak bersatu.

Menanggapi hal ini, Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR RI mengungkapkan pendapatnya. “Bersatu adalah hal yang baik, tapi tidak mudah. Namun, jangan sampai obsesi untuk bersatu malah membuat kita tidak berdakwah,” tutur Hidayat ketika diwawancarai Salman Media, Sabtu (10/12/2016).

Ia mempersilahkan setiap orang untuk berdakwah sesuai dengan keahlian masing-masing. Misalnya bidang ekonomi, sains, kebudayaan, pendidikan, aqidah, akhlak, apa saja maupun politik. “Berikan potensi dan kemampuan yang anda miliki untuk umat,” ucapnya.

Hidayat juga berpesan untuk tetap menghadirkan sikap ikhlas dan husnuzan dalam berdakwah. Keikhlasan akan memudahkan orang untuk menerima dakwah kita. Selain tu, keikhlasan juga memudahkan terjalinnya tali silaturahmi dan kerja sama. Silaturahim merupakan awal langkah untuk menghadirkan kesatuan umat.

Namun lebih baik lagi kalau kita meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan islam. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, perintah beliau bukan ‘jadilah satu’, tapi berukhuwahlah. Rasul tidak menghilangkan golongan tertentu walau mereka tidak bersatu, misalnya golongan muhajirin dan anshor. Dalam keadaan perang tiap golongan bersatu menjadi pasukan besar. Golongan muhajirin dan anshor tetaplah berperang bersama Rasulullah atas nama islam.

Selain itu, Hidayat juga menyampaikan pesannya untuk para aktivis Salman. “Jangan pernah me-mubazir-kan potensi dan kesempatan kalian,” ucap Hidayat.

Wakil Ketua MPR RI ini menukil hadist rasulullah jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seseorang diantara kalian terdapat bibit pohon kurma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah. Menurutnya, aktivis Salman harus memanfaatkan segala kemampuan dan kesempatan yang ia peroleh untuk berdakwah bagaimanapun kondisinya. “Indonesia dan umat islam menanti kalian,” pungkas Hidayat.

 

 

 

 

Related posts

*

*

Top