Sharif Hasan Al Banna : Quran Sebagai Fungsi Perubahan Sosial

Sharif Hasan Al Banna sedang memaparkan bukunya dalam Bedah Buku Journey Through The Quran di GSG Salman ITB, Rabu, (7/12/2016). (Foto: Zaenal M.)

Sharif Hasan Al Banna sedang memaparkan bukunya dalam Bedah Buku Journey Through The Quran di GSG Salman ITB, Rabu, (7/12/2016). (Foto: Zaenal M.)

Bandung, (Salman Media)- Sharif  Hasan Al Banna, CEO Awakening Records yang menelurkan Maher Zain, Harris J,  dan Humood (Kun Anta), mengunjungi Masjid Salman ITB dalam peluncuran bukunya yang best seller berjudul “Journey Through The Quran”. Acara yang dihadiri lebih dari 500 peserta ini memenuhi Gedung Serba Guna Salman ITB, Rabu (7/12/2016).

Suwarno, Ketua Harian YPM Salman ITB mengatakan  kiprah Sharif  sungguh luar biasa. Karena, ia telah berkiprah dalam salah satu tokoh dibalik Qatar Foundation. “Terutama bagi generasi muda, ternyata dengan kerja keras, kita pasti bisa,” ujarnya. “Saya berharap (Sharif) untuk datang lagi ke Indonesia, khususnya ke Masjid Salman ITB,” tambahnya.

Sebelum Sharif berbicara, Laksamana Rayhan Utomo membeberkan berbagai foto yang ia dokumentasikan di Aksi 212 kemarin dari sudut pandang berbeda. Tulisannya mengenai Aksi 212 sempat viral di media sosial dalam laman wordpress-nya. Ia menyampaikan tentang foto-fotonya dari sudut pandang yang tidak diberitakan oleh media mainstream. “Sepanjang perjalanan kaki, kami melihat semangat umat yang bergegas ingin menuju Monas untuk mengamankan tempat shalat, bukan, bukan nafsu amarah,” ungkapnya. “Orang-orang pun terlihat makan berdua, saling berbagi,” tambahnya.

Setelah itu, Sharif didampingi penerjemah Maemoon Herawati, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran yang sempat mengecap pendidikan di United Kingdom (UK). Sharif menjelaskan tentang konten yang ia tulis di bukunya, “The Journey Through The Quran”.

Berdasarkan penelitian, manusia hari ini berkurang kebahagiaannya dibandingkan dengan zaman dahulu. Alquran ketika turun pada zaman Rasulullah dan para sahabat, dapat mengubah mereka dan menjadikan Alquran sebagai tatanan Islam. Akan tetapi hari ini, Sharif yakin tidak sedikit muslim di rumahnya memiliki Alquran. “Bahkan di Mesir, Alquran ditaruh di dashboard taxi sebagai jimat keselamatan,” ujarnya.

Namun, seiring umat muslim sering berinteraksi dengan Alquran, masalah umat hari ini ada di posisi yang tidak menguntungkan. Ketika ada negeri yang belum berkembang, pemerintahan korupsi, maka kita ada masalah di aspek tersebut.

“Ada ribuan tafsir quran dalam berbagai bahasa. Ada banyak guru, penghafal quran. Tapi pengaruh Alquran kepada generasi pertama tidak bisa kita lihat pengaruhnya sama generasi saat ini,” papar Sharif.

Rasulullah tidak pernah komplain semasa hidupnya dan tidak pernah berkata buruk kecuali pada hari akhir nanti. Dalam surat Furqan ayat 30 berkatalah Rasul: wahai Rabbku sungguh kaumku telah menjadikan Alquran ini “mahjura” (sesuatu yang ditinggalkan).

“Ketika kita membaca (Alquran), kita tidak pahami dan tidak diaplikasikan juga tidak mentafakkurinya,” tuturmya. “Alquran adalah buku yang paling terkenal di dunia tapi juga menjadi buku yang disalahpahami,” tambahnya.

Maka dari itu, dalam bukunya Journey Through The Quran bukanlanh buku tafsir quran, melainkan sebuah kerangka pemikiran atau mind-map dari setiap surat di Alquran. “Misalnya dalam surat Al Baqarah, di buku ini saya buat mind map tentang apa saja yang dibahas dalam surat tersebut,” katanya.

Bagi Sharif, pemahaman Alquran adalah penting setelah kita bisa membaca Alquran dengan tajwid yang benar. Ibnu Mas’ud berkata, jika seseorang diantara kita belajar 10 ayat Alquran, dia tidak akan melanjutkan ke ayat berikutnya sampai ia memahami artinya dan mengamalkannya.

Contoh lain Alquran terinternalisasi nilai-nilainya lewat sikap seorang muslim ialah ketika Abu Thalha mendonasikan kebun yang paling ia sukai setelah membaca sebuah ayat di Alquran. Juga Aisyah RA, istri Rasulullah yang perangainya adalah Alquran.

“Ketika orang bunuh diri karena putus asa, maka ia telah melepas dirinya dari Allah (dan Alquran). Karena sesungguhnya Allah telah berkata dalam surat Al Baqarah bahwa Allah tidak akan membebani hambanya melebihi kesanggupannya,” papar Founding Director Islamic Institute for Development and Research Inggris ini.

Sebab, Alquran bukan hanya menjelaskan tentang haram dan halal, surga dan neraka, atau yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan. Tetapi Alquran pun berisi tentang etika, akhirat, Allah, petunjuk moral, perubahan sosial, dan lain-lain.

Sharif menyimpulkan, kita harus menjadi manusia dan muslim yang lebih baik serta mengubah komunitas atau masyarakat menjadi masyarakat yang adil. Mulai diri dengan mempelajari cara membaca Quran dengan baik dan benar, mempelajari dan memahami artinya dari belajar bahasa Arab Alquran, membaca tafsirnya, dan membaca bukunya untuk mempermudah pemahaman dari setiap surat di Alquran.

 

 

*

*

Top