Jangan Tunggu Kaya Buat Berinfaq!

 

(ilustrasi : bebashutang.org)

(ilustrasi : bebashutang.org)

Orang bertakwa itu orang yang senantiasa menginfakkan. Tetapi tahukah kita apa arti infaq sendiri? Infaq artinya menyalurkan harta. Ternyata Infaq hukumnya ada yang wajib,sunnah dan haram. Contoh infaq yang wajib adalah zakat fitrah atau zakat mal. Zakat mal ini dibagi lagi kedalam 5 macam. Ada zakat binatang ternak, zakat emas dan perak, zakat makanan pokok,zakat buah-buahan, zakat harta dagangan, dan menafkahi anak istri. Juga bisa menjadi wajib ketika kedua orang tua tidak mampu, maka kita wajib zakat terhadapnya.

Salah satu contoh diantara kelima hal zakat tersebut, misalnya ketika kita memiliki binatang ternak yaitu kambing. Ketika kambing kita sudah mencapai 40 ekor, maka wajib dizakatkan 1 ekor kambing. Ketika sudah lebih dari 121 ekor, maka 2 ekor kambing wajib dizakatkan. Atau sudah lebih dari 400 kambing, maka 5 ekor kambing zakatnya wajib dikeluarkan.

Zakat yang sunnah adalah shadaqah. Misalnya, kita memberi uang kepada kencleng masjid, atau mendonasikan buku dan baju kepada Panti Sosial, atau menjadi sukarelawan kepada lembaga sosial di masyarakat.

Orang yang suka memberi dekat dengan rahmat Allah. Makanya, untuk berinfaq jangan menunggu kaya. Karena perintah shadaqah adalah untuk setiap muslim. Rasulullah pun pernah bersabda, “bershadaqahlah walau sebiji kurma,”.

Infaq yang haram adalah infaq untuk menjalankan aktivitas maksiat, menggandakan harta untuk maksiat, dan berbagai kejelekan lainnya. Kita menggelontorkan uang untuk membelikan teman sekelas contekan Ujian, misalnya. Meski dipandang baik karena telah berkontribusi pada kelas, tetapi itu merupakan sebuah kemaksiatan.

Ketika kita merasa tidak mau berinfaq karena takut miskin atau hartanya berkurang, maka kita telah disebut orang yang bakhil. Orang bakhil  itu dikarenakan ada beberapa faktor. Pertama, kurangnya keyakinan pada Allah. Keyakinan  yang dimilikinya amat lemah. Tidak yakin pada yang memberi rezeki adalah  Allah SWT. Padahal Allah-lah yang mengatur segala aliran rezeki. Bahkan ketika kita berinfaq, maka Allah akan memberikan balasan dari arah yang tak disangka-sanga.

Miskin kaya itu karena Allah. Orang banyak harta bukan karena kepintaran atau dari hasil tenaganya atau hasil kerja kerasnya.  Sejatinya, semua kekayaan dan kemiskinan adalah ujian dari Allah. Banyak orang yang pintar tapi sengsara. Banyak pula orang yang bodoh tetapi kaya raya.

Sebab yang Maha Kaya itu hanyalah Allah. Kaya atau miskin itu amanah dari-Nya.  Kurangnya keyakinan kepada Allah  maka timbullah ketakutan akan miskin. Sesungguhnya, itulah setan yang menakut-nakuti.

Meski berbeda suku atau nasib, setiap muslim harus saling menolong  karena muslim itu bersaudara. Seyogianya, sesama muslim harusnya saling menguatkan. Biasakan punya sikap menolong dan jangan menunggu kaya. Bershadaqahlah semampu kita.

Allah memberikan keberkahan harta kepada orang yang menginfaqan hartanya. Barakah itu artinya menambah kebaikan. Karena sesungguhnya yang mencukupkan itu adalah Allah bukanlah harta. Manusia seringkali keliru dengan hal tersebut. Jika  segalanya berkah, artinya Allah telah cukupkan segala hal yang kita butuhkan. Semua itu harus dijalani dengan ikhlas. Ikhlas itu memang dipaksakan tetapi tujuan hanyalah untuk-Nya.

*disarikan dari Kajian Ifthar 3 November 2016 bersama Ustadz Aceng

 

Related posts

*

*

Top