Kamil Gelar Kajian Tentang Objektifikasi Wanita dalam Media

Herlina sedang menyampaikan materi dalam Kajian Muslimah Cakrawala, Jumat (04/11/2016). (Foto: Ana S. K.)

Herlina sedang menyampaikan materi dalam Kajian Muslimah Cakrawala, Jumat (04/11/2016). (Foto: Ana S. K.)

Bandung, (Salman Media) – Keluarga Mahasiswa Islam Pascasarjana (Kamil) kembali mengadakan Kajian Muslimah Cakrawala: Bicara Perkara Wanita Soleha, Jumat (04/11/2016). Acara ini telah dilakukan beberapa kali. Kajian kali ini bertema Objektifikasi Perempuan Dalam Media. Materi akan disampaikan oleh Dr. Herlina Agustin, Dosen Komunikasi Universitas Padjajaran.

Kajian sore itu membahas perempuan sebagai korban media. Baik itu media cetak, media elektronik maupun media sosial. Salah satu kejadian yang sering terjadi pada perempuan adalah menyebutkan nama korban dengan lengkap. Selain itu juga menyebutkan status pernikahan korban.

“’Seorang janda diperkosa seorang pemuda karena berjalan sendirian malam hari, misalnya. Dengan memberi tahu status pernikahan seseorang apakah artinya tidak memberi hak orang lain untuk memperkosanya? Tidak juga, sebab itu mah emang ada niat jahat aja dari pelakunya,” papar Herlina.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang terdapat pada media: mencampurkan opini dan fakta, mengungkap identitas korban, mengungkap identitas pelaku dan tidak menulis berita yang memenuhi hak korban.

mencampurkan opini dan fakta jelas kesalahan fatal dalam sebuah berita. Karena sebuah berita tidak boleh tercampur opini dari seorang penulisnya. Identitas korban yang diungkap ke media massa juga salah satu hal yang tidak dibenarkan. Apalagi ketika berita tersebut tidak memenuhi hak korban. Hal-hal seperti ini dapat memicu kesalahpahaman baik pada objek berita maupun pembaca. Oleh karena itu, mari kita selalu waspada ketika membaca berita.

“Cobalah membaca berita dari sumber yang berbeda. Selain mengurangi kesalahpahaman, hal ini dapat menghindarkan kita dari kerugian,” kata Herlina menutup pembicaraannya.***

Related posts

*

*

Top