Sumpah Pemuda : Bebenah Generasi Pembangun Negeri

img-20161026-wa0000

Para remaja binaan Karisma tengah mengikuti salah satu acara pembinaan. (pic : Karisma)

“Sudah 36 tahun Karisma (Keluarga Remaja Islam Salman) berfokus kepada kegiatan keremajaan baik ruhiyah maupun akademik, Alhamdulillah kami masih terlihat eksistensinya serta punya visi yang selaras untuk kepemudaan,” cerita Faisal Muhammad ketika kami tanya soal kiprah mereka untuk pemuda saat ini.

28 Oktober 1928, Bangsa Indonesia lahir dari hegemoni kaum kolonial yang mendorong para pemuda Indonesia untuk mengangkat harkat, derajat, dan martabat rakyat Indonesia supaya bersatu. Para pemuda lah yang mendorong dan memperkuat barisan supaya para penjajah segera hengkang dari negeri ini. Sampai pada saat 17 Agustus 1945, karena tekad dan komitmen pemuda, akhirnya Soekarno dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Semua karena gigihnya pemuda Indonesia saat itu.

Lalu, apa hubungannya Karisma dengan hari ini yang menjadi sebuah momentum Sumpah Pemuda? “Visi kami di periode ini adalah Karisma sebagai aktivator remaja yang mengawal pergerakan dakwah remaja untuk karya nyata,” ujar Ketua Karisma periode 2016-2017 ini saat ditemui pada hari Rabu (26/10) lalu.

Tujuan Karisma dibangun jelas demi terbentuknya Generasi Rabbani yg seimbang antara iman, ilmu, dan amal. Serta menjadi rahmat bagi seluruh alam. Akan tetapi bagaimana dengan kehadiran Generasi Y dan Generasi Z saat ini? Apakah Karisma kelabakan menghadapinya? Atau semakin terbantu dengan kehadirannya?

“Saya pernah memarahi mereka gara-gara nge-add official account LINE yang nggak jelas. Mereka termakan media, kalau pemuda harus pacaran, nge-galau, sampai muncul yang namanya relationship goal, misalnya. Seakan-akan hidup itu harus seperti yang digambarkan media tersebut,” paparnya. Sambil terlihat kesal, Faisal menyambung, sekarang  media sudah tak ada batasan, dan ini menjadi tantangan zaman.

Generasi Y dikenal dengan sebutan generasi millenial. Generasi ini banyak menggunakan komunikasi instan seperti SMS, email, instant messaging, media sosial seperti facebook dan twitter, serta bermain game online. Dicatut dari 4muda.com, karakteristik masing-masing individu dari generasi ke generasi itu berbeda-beda, tergantung dimana ia dibesarkan, strata ekonomi, dan sosial keluarganya.

Pola komunikasinya pun sangat terbuka dibanding generasi-generasi sebelumnya. Mereka pun menjadi pemakai media sosial yang fanatik dan kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi. Serta lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi, sehingga mereka terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekelilingnya

Generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1995-2010 yang disebut sebagai iGeneration atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y akan tetapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti update status di twitter menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Kebanyakan hal yang dilakukannya berhubungan dengan dunia maya.

Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

“Pada akhirnya, terjadilah krisis moral. Seperti yang mereka sebut boleh nakal tapi dalam batas wajar. Memangnya nakal ada batas wajar? Selain itu, budaya timur yang telah dibangun oleh orang-orang sebelum kita telah diruntuhkan dengan cepat,” tuturnya.

Ia pun menyayangkan dengan keadaan generasi milenial dan generasi Z ini. Katanya, mereka akhirnya kurang aware terhadap lingkungan. Lebih suka di kamar menyendiri ketimbang sosialisasi. “Adanya gadget jadi memudahkan akses apapun, mengenalkan budaya barat kepada anak-anak dan jadi trend. Setiap orang tua pun akhirnya khawatir dengan anaknya,” katanya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan ini pun menjelaskan ada 4 macam  generasi. Pertama, generasi yang memperjuangkan dari nol sampai darah penghabisan. Inilah yang dinamakan generasi pencetus. Kedua, adalah generasi yang mempertahankan keadaan. Mereka pernah ikut berjuang untuk mempertahankan keadaan itu.

Ketiga, adalah generasi penikmat. Mereka tidak tahu pahitnya perjuangan. Bagaimana sesuatu diperjuangkan dan generasi ini menjadi penikmat dari proses para pendahulu yang telah ditanam. “Keempat adalah generasi penghancur. Sudah mereka menikmati hasil dari rangkaian proses, malah dirusak dan dihancurkan. Ini yang menakutkan,” jelas Faisal sambil membenarkan posisi duduk yang menghadap ke lapangan rumput Masjid Salman ITB.

Membenahi Generasi Lewat Kopdar

img-20161026-wa0001

(pic : Karisma)

Jadi Karisma mau berbuat apa untuk generasi saat ini? “Kita mau adain Kopdar se-kota Bandung buat para aktivis remaja , yang merasa dirinya aktivis silakan ikut. Kita gaet berbagai komunitas buat ikut sharing gagasan, diskusi, dan mengenal antar komunitas,” sahutnya.

Diantaranya ada Bitkom, sebuah komunitas IT di Bandung dan Hirokoba (Himpunan Rohis Kota Bandung), sebuah komunitas binaan Karisma. Kopdar ini bersifat umum bagi para pelajar yang ingin mendapatkan materi untuk menjadi organisatoris yang baik serta berbagai macam materi kesosialan.

Di acara Kopdar ini mereka akan saling bertukar gagasan yang akan menjadi sebuah pergerakan supaya semangat para pemuda ini kembali berkobar dengan aroma positif. Setelah mereka saling berbagi dan diskusi, Karisma sebagai pengawal akan mengawal mereka untuk membuat langkah-langkah nyata yang bermanfaat bagi lingkungan. “Dimulai dari lingkungan seperti soal sampah, misalnya,” jelas Faisal.

November ini rencananya akan digelar acara Kopdar. Sebenarnya, sudah ada dua Kopdar sebelumnya yang pernah digelar. Akan tetapi, Kopdar yang ketiga inilah yang akan menjadi awal mereka untuk mengawal para remaja mulai melakukan pergerakan.

Kapan pergerakan itu dimulai? “Desember kami sudah melakukan pengawalan untuk pergerakan mereka setelah mencanangkan langkah-langkahnya di Kopdar November nanti,” kata pria kelahiran Bandung 15 Januari, 22 tahun yang lalu.

Faisal pun sudah mencanangkan Kopdar berikutnya. Artinya Kopdar ke-empat. Perlu perencanaan dan sumber daya manusia yang matang, katanya. Terang saja, Karisma akan mengajak 1000 ketua OSIS dipertemukan dalam sebuah Kopdar!

“Coba, kamu pernah menjadi bagian dari OSIS ketika SMA?,” tanya Faisal pada kami. Ya, pernah. Lalu bagaimana OSIS membuat program kerja? Pasti melihat acuan dari tahun sebelumnya. Dor! Tepat sekali.

Ia ingin membuka pikiran para pejabat OSIS supaya tidak berpatokan pada program kerja yang sama. Artinya, Karisma ingin bibit-bibit unggul ini menjadi pionir, pembaharu dan  pemuda yang membawa semangat pergerakan baru untuk siswa-siswi teman sebayanya.

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Gimana teh, ngerti kan? Ha-Ha-Ha,” kata pemuda yang sudah aktif di Karisma sejak 2013 silam itu kepada kami sambil tertawa.

Faisal pun akhirnya membuat closing statement dengan perkataan Soekarno di atas. Sembari memakai jaketnya, ia memberikan sedikit penjelasan. “Jadi kekuatan pemuda lebih kuat dibanding dengan orang tua. Ibaratnya seperti kata Soekarno, ketika harus mencabut Semeru harus dengan 1000 orang tua, tetapi hanya dengan 1 pemuda, dunia pun justru bisa terguncang,” sahutnya.

Masa muda, waktu yang kosong, dan harta yang banyak menjadi 3 hal wajib diperhatikan. Supaya para pemuda tidak terjerembab dalam jurang nestapa. “Masa muda, masa-masa nya mencari jati diri, eksistensi serta aktualisasi diri, juga masih dalam ketidakpastian yang tinggi atau labil. Waktu kosong, menjadikan pemuda malas dan bermain gawai seharian di kamar. Akibatnya, informasi apapun di internet akan terlihat sebab minimnya literasi. Harta yang banyak, membuat pemuda membeli apa saja yang diinginkan, lupa lingkungan berujung jadi krisis moral,” paparnya.

Oleh karena itu, Faisal bersama para pemuda lainnya terus bekerja untuk penggiringan para remaja supaya menjadi pemuda yang  semangat berdakwah dan menciptakan pergerakan untuk para remaja. Terus menelurkan karya nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Selamat Hari Sumpah Pemuda!

 

 

Related posts

*

*

Top