Luruskan Paradigma dalam Kelola Uang Rumah Tangga

 

(ilustrasi : carajadikaya.com)

(ilustrasi : carajadikaya.com)

Membina rumah tangga memerlukan kerja sama yang baik antara suami dan istri. Baik itu dalam segi ekonomi, pendidikan anak, maupun dari segi yang lain. Sejatinya, dalam mengatur keuangan keluarga tidak hanya istri yang berperan, tetapi suami juga perlu ikut andil dalam aspek finansial ini.

Siti Yaroh Hasanah menuturkan manajemen keuangan rumah tangga dapat dilakukan dengan cara pencatatan. Suami dan Istri harus mencatat setiap uang yang dibelanjakan.  “Begitu juga dengan pemasukan. Dengan begini kita tahu apakah uang untuk belanja ini melebihi dana pemasukan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang, pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan,” tutur pemateri Sekolah Pra Nikah itu, Ahad (23/10/2016) lalu.

Pada umumnya,  terdapat dua paradigma dalam mengelola keuangan  yang berkembang di masyarakat. Pertama, pemasukan dikurangi pengeluaran merupakan kelebihan dana. Kedua, pemasukan dikurangi penyisihan dana juga merupakan sebuah pengeluaran. Paradigma pertama menunjukkan bahwa keperluan lain yang kurang mendesak dapat dipenuhi bila ada kelebihan dana. Jika shodaqoh termasuk dalam keperluan lain yang kurang mendesak, artinya shodaqoh dapat dilakukan bila ada kelebihan dana atau sisa.

Namun, Siti melihat ada sesuatu yang tidak teratur dalam perencanaan. Apalagi soal ibadah yang dijadikan kepentingan lain-lain dan baru dijalankan setelah ada dana sisa. “Disini terlihat bahwa tidak ada perencanaan keuangan yang baik dalam rumah tangga,” tuturnya.  Siti melanjukan, segala sesuatu seharusnya dianggarkan dalam rencana keuangan. Begitu pun ibadah, misalnya shodaqoh atau tabungan haji.

Meski begitu, Siti menasihati supaya  jangan sampai kita menjadikan uang sebagai tujuan juga menjadi majikan kita. Ketika kita telah mengubah paradigma kita tentang keuangan, diharapkan  sebuah keluarga  dapat mengelola uang dengan lebih baik dan terencana. “Dana berapapun yang kita peroleh, baik itu besar atau kecil, tentu kita dapat mengaturnya agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkas Siti mengakhiri pemateriannya.

 

 

Related posts

*

*

Top