Reklamasa, Penampung Jiwa Kreatif Menyerakkan Islam

img-20161025-wa0001

Reklamasa dalam behind the scene pembuatan video festival iklan Buka Lapak. (pic : Reklamasa)

Reklamasa. Sebuah komunitas yang dibuat untuk menampung jiwa-jiwa kreatif dalam bidang sinematografi, desain grafis, dan projekdesain. Komunitas yang terdiri dari anak-anak Seni Rupa ITB ini memang tidak sengaja untuk  membangun Reklamasa-nya ini. Semua berawal dari sebuah event besar milik Masjid Salman ITB untuk menghangatkan suasana Ramadhan. Adalah P3R, Panitia Pelaksana Program Ramadhan.

“Saya berada di tim kreatif P3R yang ternyata isinya rata-rata anak-anak Seni Rupa (SR) ITB. Berlanjut dari P3R ke P3I (Panitia Pelaksana Program Idul Adha),” ujar Sholah Ayub, penggagas Reklamasa saat diwawancarai oleh Salman Media, Ahad (23/10).

Mereka bertugas untuk membuat teaser, poster, atau sebuah narrated video. Perjalanan mereka tidak terhenti di perhelatan P3R atau P3I saja. Setelah P3I, wacana membuat Reklamasa pun dimulai. Berlanjut hingga sekarang dengan menonjolkan identitas mereka untuk membukarekrutmen Reklamasa tersebut.

“Awalnya Reklamasi Massa. Tapi saat diketahui, ternyata arti dari Reklamasi sendiri tidak sesuai dengan kita. Akhirnya muncul-lah Reklamasa. Akronim dari Reklame Kreasi Massa,” tutur Ayub, sapaan akrabnya.

Bergabung di Reklamasa artinya akan terus berkarya. Ayub menjelaskan, kegiatannya sendiri adalah membuat karya berupa video setiap bulannya dengan tema yang berbeda. Lalu dalam satu semester akan ada dua kali workshop mengenai desain grafis. Selain itu karya-karya mereka akan ditampilkan dalam sebuah pameran.

“Visi kami adalah syiar islam positif. Melihat akhir-akhir ini dunia yang makin banyak tindak negatif dan konten media sosial yang tidak memiliki nilai positif,” jelas Ayub. Ia ingin dengan Reklamasa yang kini tengah bangun dapat mewarnai konten media dengan Islam yang positif.

Sudah beberapa projek yang telah Reklamasa hasilkan. Selain teaser P3R sendiri, Reklamasa diberi kepercayaan untuk membuat teaser Salman Days Out Picnic, Cinematic Recitation Syihabuddin, Narrated Video berjudul Terima Kasih Ramadhan, dan lain-lain.

Media yang mereka gunakan adalah Youtube dan Facebook. Jelas media tersebut menjadi wadah bagi para pegiat kreatif untuk menyebarkan syiar Islam dengan mudah di ranah dunia maya. Pengguna internet pun tak asing lagi dengan Youtube dan Facebook. Sebarannya mudah dan dakwah secara online pun akan terus dimaksimalkan oleh Reklamasa.

Tim Reklamasa pasca pembuatan video untuk Festival BukaLapak. (pic : Reklamasa)

Tim Reklamasa pasca pembuatan video untuk Festival BukaLapak. (pic : Reklamasa)

Kini Reklamasa sedang merintis komunitasnya menjadi sebuah unit di Masjid Salman ITB. Harapannya selain berhasil menjadi sebuah unit di Salman, Reklamasa menjadi wadah bagi pemuda-pemudi kreatif yang memiliki minat yang sama untuk membangun citra Islam lebih baik.

Sampai 30 Oktober 2016, Reklamasa sedang membuka Open Recruitment besar-besaran. “Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada 32 orang yang berminat untuk gabung ke Reklamasa,” kata Ayub. Bagi yang berminat, bisa mencari info lebih lanjut di media Reklamasa baik di Facebook atau Youtube.

 

 

 

 

Related posts

*

*

Top