7 Ide Anti-Mainstream Habiskan Liburan Lebaran di Bandung

-POP (1)

(Foto: commons.wikimedia.org | Retouch: Salman Media)

Liburan lebaran, tapi masih tetap di Bandung? Hmmmph. Tampak betein, sih. Bisa jadi karena kamu orang Bandung. Bisa jadi karena memang kampung halamanmu terlalu jauh (irit pengeluaran). Padahal bagi turis domestik maupun mancanegara, Bandung dan sekitarnya salah satu destinasi wisata favorit, lho.

Mulai dari alun-alun Bandung, Tangkuban Perahu, Gasibu, Museum Asia Afrika, Floating Market hingga yang kemarin sempat nge-hits.. Tebing Keraton!

Kamu bisa coba melawat tempat-tempat tersebut untuk menyegarkan jiwa dan ragamu. Tapi, rasa-rasanya terlalu mainstream! Hehe. Nah, penulis punya beberapa ide nyeleneh yang bisa dicoba untuk menghabiskan waktu luangmu di Bandung.

 

Keliling-keliling Taman Lansia (samping Gedung Sate Bandung), atau taman lainnya, sambil istighfar

(Foto: sebandung.com)

(Foto: sebandung.com)

Lumayan, dapet tuh olahraganya. Bikin stamina cenghar. Plus bisa sekalian detoksifikasi diri yang sudah berlumur dosa-dosa dengan istighfar (tsah).

Berapa putaran? Sesuai kapasitasmu, tentu.

Jangan lupa, ya! Pakai pakaian olahraga yang membuat auratmu aman tersimpan.

 

Baca buku yang sampulnya udah dibuka di toko buku-toko buku tertentu

(Foto: http://www.tribunnews.com/)

(Foto: http://www.tribunnews.com/)

Baca artikel di internet, sudah biasa. Baca artikel di timeline facebook apalagi. Hehe. Lagipula, kalau baca artikel di dunia maya banyak distraksinya. Mata bisa lekas lelah.

Nah, saatnya beranjak dari gadget-mu. Bergegaslah menuju toko buku terdekat! Kemudian, carilah buku-buku yang sampulnya telah terbuka! Baca! Maksimal dua jam, biar nggak malu-maluin banget. Hehe. Jangan cari buku yang sampulnya belum terbuka, terus kamu buka sendiri, wah, itu sih kriminal! Wehehe.

 

Wisata kuliner di warteg / warung nasi padang sekitar kampus sembari bikin review amatir di Facebook

(Foto: food.detik.com)

(Foto: food.detik.com)

Coba deh, cek warteg dan warung nasi padang sekitar kampusmu. Makan di sana. Terus bikin reviewnya. Kalau kamu suka nulis, bisa tuh reviewnya panjang.

Tapi kalau nggak suka nulis, reviewnya separagraf juga nggak apa-apa. Yang penting mencakup range harga dan rasa. Jangan lupa foto! Biar gaya. Lumayan, bisa bantu dedek tingkat buat nyari referensi mengisi perut laparnya.

 

Menghafal beberapa ayat AlQuran yang lagi “kamu-banget” di dalam Masjid Salman ITB

(Foto: Nadhira Rizki)

(Foto: Nadhira Rizki)

Iya, tuh. Ada masjid yang nuansanya adem lahir-batin nggak dimanfaatin! Lagipula, yang namanya masjid, pasti buka terus walau liburan lebaran pun. Tak terkecuali Masjid Salman ITB.

Kamu bisa melakukan aktivitas dengan menghafal beberapa ayat AlQuran. Atau sesurateun. Pilih yang paling “kamu banget”. Bisa lakukan sendiri, tapi lebih asyik sama teman yang lain. Yang mahrom yaa, tentunya! Ehehe.

 

Bereskan dan mendekor kamar/kosan

(Foto: buzzfeed.com)

(Foto: buzzfeed.com)

Kamarmu sudah kayak kapal pecahkah? Atau tata letak serta dekornya gitu-gitu aja? Coba deh, bereskan sampai kelihatan rapi kayak mau diinspeksi calon mertua. Hehe. Untuk dekor, kamu bisa cari ide-idenya di sini. Atau coba deh buat akun di pinterest.com

 

Di Alun-Alun Bandung (atau di manapun), coba baca koran lokal hari ini sampai beres

(Foto: Tristia R.)

(Foto: Tristia R.)

Hayoo, cung, yang pernah baca satu koran sampai beres? Sekarang seperti udah nggak ke-zaman-an, yah, baca koran fisik. Padahal, biasanya beritanya lebih komprehensif dan nggak patah-patah seperti di portal berita online.

Nah, di liburan ini, coba beli koran lokal (paling mahal lima ribu rupiah, lah). Terus, baca korannya sampai habis tanpa jeda apapun. Niscaya, pengetahuanmu tentang sekitar dan nasional pun bertambah.

 

Silaturahim ke rumah saudara yang ada di Bandung, se-awkward apapun hubunganmu

(Foto: Tristia R.)

(Foto: Tristia R.)

Keutamaan silaturahim sudah jelas tertera dalam beberapa hadits. Nah, kamu punya saudara di Bandung? Kunjungilah!

Nggak deket? Inilah saat yang tepat untuk dekatkan diri dengan saudaramu itu. Awal-awal pasti aneh, deh. Barangkali suasananya juga “gimana” gitu. Nikmati tantangan itu! Biarlah Allah memberikan pembelajaran tersendiri, atas usahamu untuk menyambung silaturahim (yang nampak tak memungkinkan itu).

Jangan lupa bawa makanan. Kue, atau apapun. Yang murah tapi berkesan kayak batagor juga boleh.

 

***

 

Nah, gimana, sudah siap untuk menjalani liburan anti-mainstream berfaedah di Kota Kembang ini? Atau ada ide lain yang lebih greget? Boleh banget dibagi!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*

*

Top