Kompos, Solusi Mudah Olah Sampah Rumah Tangga

Ilustrasi pupuk kompos. (Sumber gambar: debbyeka.blogspot.com)

Salah satu sampah yang paling banyak dihasilkan dalam kehidupan adalah limbah rumah tangga. Sebagian besar limbah tersebut berupa sampah organik. Sebut saja seperti kulit buah dan sayuran, sisa makanan, serta sampah kebun seperti daun dan rumput.

Lalu bagaimana cara membuat sampah-sampah tersebut menjadi bermanfaat? Jawabannya mudah. Ubahlah sampah-sampah tersebut menjadi kompos. Caranya pun tak sulit. Cukup lakukan langkah berikut.

  1. Pisahkan sampah organik seperti sisa makanan, potongan buah dan sayuran, serta yang sejenis lainnya dengan sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan sampah lain yang tak bisa terurai.
  2. Setelah itu, potong sampah organik tersebut hingga berukuran kecil agar lebih mudah terurai.Siapkan wadah seperti ember besar, baskom, atau bak untuk tempat pembuatan kompos.
  3. Kalau wadah yang Anda gunakan merupakan baskom plastik atau wadah lain yang tertutup rapat, buat 5 lubang di dasar wadah dan letakkan susunan batu bata di dasar wadah.
  4. Isi wadah dengan kompos yang telah matang hingga 1/3 penuh. Setelah itu, masukkan sampah dapur, kemudian aduk bahan hingga merata. Kalau perlu, Anda bisa menambahkan ragi kompos. Setelah itu, tutup wadah dengan karung atau plastik.
  5. Simpan wadah di tempat yang tidak terkena hujan. Aduk sampah tiap 7 hari sekali. Biasanya kompos jadi setelah minggu ke-5 atau ke-6, ketika sampah sudah tidak berbau busuk dan menjadi berbau tanah, berubah warna menjadi coklat kehitaman. Selama proses pembuatan kompos, suhu bahan akan berubah menjadi agak panas, yaitu sekitar 30-70 derajat Celcius. Setelah matang, kompos akan bersuhu sekitar 30-32 derajat Celcius.
  6. Ayak kompos yang sudah matang, lalu kemas dalam plastik.
  7. Kompos siap untuk dipakai sendiri ataupun dijual.

Nah, kalau bisa mengolah sampah organik bekas limbah rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat, tentu jumlah sampah yang dihasilkan keluarga akan berkurang. Apalagi jika bisa mengajak tetangga serta orang lain di lingkungan sekitar untuk melakukan hal yang sama. Tak sulit bukan untuk memulai gaya hidup hijau yang juga bermanfaat?

 

Disadur dari: http://brighterlife.co.id/2015/02/21/berkawan-dengan-sampah-kelola-agar-bermanfaat/

 

*

*

Top