Kembangkan Layanan Wakaf, Rumah Amal Salman ITB Kunjungi Badan Wakaf Alquran

IMG_20160316_134858

Direktur Rumah Amal Salman ITB M. Kamal Muzakki (kiri) sedang memperkenalkan profil Rumah Amal Salman ITB kepada tim manajemen Badan Wakaf Alquran (BWA) di kantor BWA, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/3).

Rumah Amal Salman ITB bersilaturahmi ke Badan Wakaf Alquran (BWA) di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (16/3). Kunjungan tersebut sekaligus studi banding mengenai pengelolaan wakaf yang rencananya akan dikembangkan oleh Rumah Amal Salman ITB. Layanan wakaf yang berbentuk wakaf teknologi tepat guna seperti wakaf pengelolaan air dan wakaf pembangkit tenaga listrik dengan mikrohidro merupakan beberapa program wakaf yang dikenalkan BWA kepada Rumah Amal Salman ITB.

“BWA memanfaatkan teknologi-teknologi inovatif sebagai salah satu basis wakafnya. Prinsipnya teknologi tepat guna. Misalnya untuk masyarakat perdesaan,” jelas M. Ichsan Salam, Direktur BWA, saat pemaparan profil instansi.

BWA sendiri awalnya merupakan lembaga wakaf yang mengusung program wakaf Alquran. Namun, seiring dengan kebutuhan dan permasalahan umat di lapangan ketika melakukan pendistribusian wakaf Alquran, BWA mulai mengembangkan bentuk program wakafnya. Contohnya, ketika di tempat pendistribusian ternyata belum ada listrik sehingga kesulitan penerangan saat membaca Alquran pada malam hari, BWA kemudian membantu membuat pembangkit listrik dari tenaga mikrohidro di sana. Salah satunya di Desa OKU, Sumatera Selatan. “Semua berawal dari pendistribusian Alquran,” ujar Ichsan.

M. Kamal Muzakki selaku Direktur Eksekutif Rumah Amal Salman ITB menyampaikan bahwa kunjungan ke BWA tersebut sebagai sarana bertukar pikiran. Dalam waktu dekat ini, rencananya Rumah Amal Salman akan mengambangkan pelayan di sektor wakaf setelah selama ini berfokus pada sektor zakat.

“BWA itu lembaga wakaf yang bagus. Banyak program yang inovatif dan fresh,” ujar Kamal.

Menurut Kamal, Rumah Amal Salman ITB sebenarnya mempunyai potensi untuk mengembangkan wakaf dalam bentuk teknologi tepat guna seperti yang dilakukan BWA. Terlebih, Rumah Amal Salman sendiri berada di lingkungan ITB yang merupakan kampus teknologi. Harapannya, dengan memanfaatkan potensi tersebut, keberadaan Rumah Amal untuk memberdayakan umat bisa lebih optimal.

Related posts

*

*

Top