Kirim Surat ke Menteri, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia Nyatakan Tolak LGBT

IMG_20160214_220704_967

Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) tengah foto bersama dalam mengakhiri Rapat Kerja Konsolidasi AMKI Menuju Jaringan Rumah Amal Nasional, Ahad (14/2) di GSS Salman ITB. (Foto: Fathia U.H)

Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) menyatakan sikapnya dalam menolak gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pernyataan tersebut termaktub dalam surat yang ditujukan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Surat-surat tersebut diantarkan langsung oleh perwakilan AMKI ke kementerian terkait, Selasa (16/2) lalu.

“Kemarin surat diterima oleh para Sekretaris Jenderal, dan pada umumnya mereka menyambut baik,” kata Sekretaris Umum AMKI, Samsoe Bassaroedin, Rabu (17/2).

Empat kementerian di atas memang dipandang sebagai pihak-pihak utama yang dapat mendukung penolakan gerakan LGBT. Pasalnya, gerakan LGBT mulai menyasar anak-anak usia sekolah. Inilah yang mendasari pentingnya edukasi pada lembaga pendidikan sekolah dasar dan menengah. Selain itu, gaya hidup LGBT juga menyalahi aturan agama dan dapat menjadi sumber penyakit.

“Mereka akan tertimpa penyakit seksual berbahaya, seperti penyakit kulit eritema, fisura anal, iritasi usus besar, hingga HIV/AIDS,” lanjut Samsoe.

Samsoe melanjutkan, AMKI mendorong kehadiran negara agar aktif dalam mengupayakan pencegahan gerakan LGBT. Sikap ini dilatarbelakangi oleh sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama Pancasila. AMKI juga merujuk pada Fatwa MUI No. 57/2014 yang mengharamkan lesbianisme, gay, sodomi dan pencabulan.

“Diharapkan setelah ini kementerian dapat mengeluarkan SK Menteri agar ada pelarangan dan tindakan tegas,” tuturnya.[ed: Dh]

*

*

Top