Halal, Investasi Dunia Akhirat (2): Pusat Halal Salman, Upaya Masjid Salman Bumikan Gerakan Halal

Peserta Roundtable Meeting

Peserta Roundtable Meeting Gerakan Halal, Selasa (15/12) kemarin. (Foto: Bustomi)

Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Namun anehnya, gerakan-gerakan halal justru diprakarsai oleh negara-negara yang penduduk Muslimnya minoritas. Misalnya, Vietnam. Vietnam kini telah mempromosikan konsep Vietnam Moslem Tourism –Wisata Muslim ke Vietnam. Isi kegiatannya kurang lebih turis akan diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata di sana, kemudian makan di restoran halal. Konsep sederhana yang Indonesia pun lebih dari mampu untuk memasarkannya.

Lebih dari mampu, karena Indonesia memiliki potensi yang besar. Indonesia notabene memiliki banyak sekali penduduk yang Muslim. Ini jelas sangat menjanjikan dalam hal pasar produk dan jasa halal. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Majelis Pakar Syariah Salman ITB Ahmad Nashir Budiman, ketika diwawancarai dalam acara Roundtable Meeting Gerakan Halal, Selasa (15/12).

Lebih lanjut, Nashir menerangkan bahwa pebisnis-pebisnis yang berkecimpung dalam bisnis produk dan jasa halal pasti membutuhkan sertifikasi. Masjid Salman lewat Pusat Halal Salman ITB-nya memiliki kompetensi untuk memenuhi hal tersebut. “Lingkungan Salman ini punya banyak ahli sains, bahkan kalau kita bicara halal lebih jauh, itu IPTEKS. Pengetahuan, Teknologi, dan Seni itu terkait,” tuturnya.

Salman sendiri memiliki reputasi sebagai pelopor dalam berbagai bidang. Nashir mengatakan, sudah sewajarnya jika Salman pun mampu mengantisipasi dinamika produk dan jasa halal. Salah satu caranya yakni dengan mengidentifikasi masalah, mengonstruksikan informasi tersebut agar sistematis, membuat infrastruktur untuk penyebarluasan, kemudian bekerja sama dengan pihak-pihak lain untuk mendeskripsikan kebutuhan teknis yang dapat langsung ditangani.

Enabler, sesuatu yang memungkinkan,” jelas Nashir saat ditanya apakah Pusat Halal Salman bertindak sebagai penasihat atau lebih dari itu.

Ia menghubungkannya dengan sejarah Salman yang diwarnai berbagai inovasi. Sebut saja, Masjid Salman sebagai masjid kampus pertama di Indonesia. Begitu pertama didirikan, mulai berdirilah masjid di kampus-kampus lain, yang memungkinkan masuknya nilai-nilai spiritualitas ke dalam dunia kemahasiswaan. Contoh lain, ketika Salman menampilkan fashion show di halamannya. Ternyata hal tersebut menginspirasi banyak orang untuk mengikuti gerakan jilbab. Ada pula saat ketika Salman ikut mempelopori lahirnya genre musik kasidah modern di Indonesia, dengan tampilnya grup musik Bimbo di kompleks masjid Salman.

“Jadi satu hal yang kecil saja, tapi itu namanya ragi,” katanya. “Jadi di mana saja dia akan melakukan transformasi sambil menumbuhkan dirinya sendiri.”

Di sisi lain, persoalan halal-tidaknya suatu hal kerap masih diwarnai ketidakjelasan. Misalnya titik konsentrasi alkohol. Alkohol kini tak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari, mengingat banyaknya produk yang menggunakan bahan tersebut. Tapi harus dipertimbangkan juga bahwa alkohol berstatus haram. Meski begitu, kapankah alkohol dapat disebut haram? Alkohol sendiri diharamkan karena memabukkan.

“Nah itu semua kesalahpahaman pemikiran itu akan coba diklarifikasi, makanya Salman menempatkan diri sebagai clearing house. Semua persoalan kita analisis, kita dudukkan, diklarifikasi, supaya masyarakat nggak mengalami kebingungan,” lanjutnya.

Masjid Salman pun memiliki hubungan tak terpisahkan dengan ITB, yang dikenal sebagai salah satu lembaga pengembang IPTEK terbesar di Indonesia. Pusat Riset Halal Salman pun akan bersinergi dengan prodi dan pusat-pusat studi di sana. Salman juga memiliki Komunitas Gerakan Halal, yang terdiri dari rektor PTN di Indonesia, doktor, profesor, serta praktisi-praktisi di berbagai bidang.

Dengan potensi tersebut, Komunitas Gerakan Salman mampu merancang program Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) halal. Untuk mewujudkan hal ini, Pusat Halal Salman ITB mengadakan Roundtable Meeting Gerakan Halal yang dilangsung kan pada 14-15 Desember kemarin. Acara tersebut merupakan upaya dalam menciptakan momentum kesadaran akan pentingnya keterjaminan produk-produk halal.***

Related posts

*

*

Top