Semarak Idul Adha di Penjuru Dunia

Idul Adha Cina brilio.net foto

Walaupun bukan berada di negara mayoritas muslim, muslim cina masih dapat merayakan Idul Adha dengan semarak dan khidmat. Mereka melakukan beberapa perayaan, mulai dari membaca ayat-ayat Alquran, menyanyikan kasidah-kasidah dan nasyid keagamaan, hingga saling bertukar makanan, bingkisan, dan hadiah. (Sumber gambar: brilio.net)

Perayaan Idul Adha di Indonesia umumnya tak sesemarak Idul Fitri. Kalau Idul Fitri biasanya dirayakan hingga berhari-hari di kampung halaman sedangkan Idul Adha cenderung sepi dan tak banyak orang yang pulang kampung. Semaraknya pun hanya karena ada penyembelihan hewan kurban dan pembagian dagingnya.

Pulau Madura mungkin menjadi daerah di Indonesia yang paling semarak merayakan Idul Adha. Di daerah yang terkenal dengan satenya ini, Idul Adha menjadi hari yang lebih spesial daripada Idul Fitri. Orang Madura memiliki tradisi “Toron” yang membuat mereka berbondong-bondong mudik pada bulan Zulhijah, bukan di bulan Syawal seperti kebanyakan masyarakat Indonesia. Tentunya, dengan tujuan untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga di kampung halaman.

Seperti Pulau Madura tersebut, berbagai daerah di penjuru dunia juga memiliki cara membuat perayaan Idul Adhanya semarak. Berikut beberapa tradisi Idul Adha di penjuru dunia yang dilansir Salman Media dari brilio.net.

 

1. Cina

Berbeda dengan di Indonesia yang salat Id-nya dipenuhi jemaah laki-laki maupun perempuan, di Ningxia, Cina, jemaah salat Id di masjid hanya dipenuhi kaum laki-laki. Hal ini disebabkan kaum wanita di sana dilarang untuk salat Id di masjid.

Selepas salat Id, akan ada beberapa perayaan, mulai dari membaca ayat-ayat Alquran, menyanyikan kasidah-kasidah dan nasyid keagamaan, hingga saling bertukar makanan, bingkisan, dan hadiah. Selain itu, beberapa pasar “dadakan” juga turut memeriahkan perayaan yang dilangsungkan selama empat hari berturut-turut tersebut.

 

2. Maroko

Libur Idul Adha di Maroko berlangsung selama tiga hari. Selama itu, para masyarakat membanjiri masjid dan menghabiskan waktunya untuk beribadah dan mengaji. Mereka juga bersiap untuk menyembelih hewan kurban yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat. Semuanya fokus untuk beribadah dalam momen yang penuh berkah tersebut.

 

3. Pakistan

Perayaan Idul Adha di Pakistan ditandai dengan libur empat hari untuk melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Umat muslim di Pakistan sampai menutup toko dan pemerintah meliburkan pegawainya agar bisa menjalankan puasa Arafah dan merayakan Idul Adha. Perayaan Idul Adha di Pakistan ini dapat dibilang jauh lebih syahdu dari pada Idul Fitri.

Selain itu, ada hal unik yang dilakukan masyarakat Pakistan yaitu memandikan hewan kurban sebelum dipotong. Setelah dimandikan sampai bersih, hewan kurban akan dihias dengan kalung-kalung bunga serta hiasan-hiasan plastik.

 

4. Bangladesh

Masyarakat Bangladesh melakukan perayaan Idul Adha selama tiga hari dengan membaca alquran dan mengaji di masjid. Di Bangladesh, tradisi mudik terjadi menjelang Idul Adha. Semua stasiun dan terminal dipenuhi oleh masyarakat yang ingin segera pulang ke kampung halamannya. Mereka rela berdesak-desakkan, bahkan sampai naik ke atas gerbong kereta. Bagi umat muslim di Bangladesh, Idul Adha membawa banyak sekali kebahagiaan dan berkah sehingga mereka ingin merayakannya bersama keluarga.

 

5. Mesir

Rakyat mesir biasanya melakukan ibadah salat Id di lapangan-lapangan khusus yang disiapkan pemerintah. Bahkan, ada larangan untuk salat Id di masjid. Hal ini berkaitan dengan kapasitas masjid yang tidak mencukupi serta kebersihan pascashalat.

Khusus di Kairo, masyarakat pada umumnya memotong hewan kurbannya di jalan sehingga warna merah darah terlihat di mana-mana. Maka, menjadi lumrah jika jalanan di sana bersimbah darah pada hari Idul Adha.

 

6. Amerika Serikat

Di Amerika, penduduk yang merayakan Idul Adha biasanya diberikan jatah libur 1—3 hari. Mereka melakukan ibadah di masjid sejak pagi hari, setelah itu mereka sering berbagi makanan dengan mengadakan acara makan bersama. Berbeda dengan negara mayoritas muslim, proses penyembelihan hewan kurban di Amerika Serikat dilakukan di tempat-tempat pemotongan hewan. Selain itu, umat Islam di sana lebih banyak memesan daging hewan kurban sebelum mendistribusikannya kepada mereka yang berhak.

 

7. Arab Saudi

Hari raya Idul Adha merupakan momen hari raya terbesar di Arab Saudi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga disibukkan dengan pemotongan hewan kurban yang nantinya akan di distribusikan ke negara-negara Islam yang miskin, seperti di kawasan Afrika, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Agar distribusi hewan merata dan mencapai sasaran, jutaan daging kurban ini dibekukan dan dikirimkan melalui kapal maupun pesawat. Selain itu, kebanyakan hewan yang dikurbankan di Arab Saudi adalah unta.

 

8. Rusia

Salat Id di Rusia biasanya dilakukan di lapangan atau jalanan. Hal ini disebabkan fasilitas ibadah yang kurang memadai dan jumlah masjid yang terbilang masih sedikit. Tidak ada yang begitu spesial dengan tradisi Idul Adha di Rusia. Namun, keterbatasan telah menciptakan suasana Id yang khusyuk dan sakral bagi umat muslim di sana.

 

9. Turki

Perayaan Idul Adha di Turki biasanya disebut Baqri-Eid atau “Festival Sapi”. Sebenarnya, masyarakat Turki tidak hanya melakukan kurban sapi saja, tetapi juga domba dan kambing, seperti di perayaan Idul Adha pada umumnya. Yang berbeda, Turki memberlakukan hari libur selama 4 hari saat Idul Adha. Selain itu, masyarakat di sana tidak hanya membagikan daging kurban ke tetangga sekitar, namun juga membagikan aneka masakan lezat.

 

10. Singapura

Singapura juga memiliki cerita lain mengenai perayaan Idul Adha. Selain salat Id dan pemotongan hewan kurban, di Singapura ada banyak sekali kemeriahan untuk merayakan Idul Adha. Di kawasan Kampong Glam dan Geylang Serai, terdapat bazar Idul Adha dengan dekorasi meriah yang tiap tahunnya selalu dipenuhi masyarakat lokal dan wisatawan asing.

Related posts

*

*

Top