Keistimewaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

(Ilustrasi: wdyl.com)

(Ilustrasi: wdyl.com)

Oleh: Direktur Eksekutif YPM Salman ITB – Fatchul Umam

Insya Allah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Dzul Hijjah. Bulan ini penuh keistimewaan. Istimewa karena merupakan salah satu Bulan Suci yang empat. Pada bulan ini ada Idul Adha. Jutaan Muslimin dari seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji di Masyair Muqaddasah, Makkah – Mina – Arafah – Muzdalifah – Mina – Makkah. Yang merupakan rukun Islam kelima. Tanggal 9 Dzul Hijjah semua jamaah haji berkumpul di padang Arafah, mungkin tahun ini 3 juta lebih yang melaksanakan wuquf dari Dhuhur – Maghrib, dilanjutkan bermalam di Muzdalifah, kemudian di Mina sampai tgl 12 atau 13 Dzul Hijjah.

Keistimewaan yang lain adalah, bagi yang sedang tidak ibadah haji, ada ibadah sunnah yang utama yaitu Siyam Arafah tgl 9 Dzul Hijjah. Dalam Sahih Muslim, Rasulullah Saw menerangkan bahwa puasa tanggal 9 Dzul Hijjah menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun yang sedang berjalan.

Keistimewaan berikutnya adalah hari raya Idul Adha tgl 10nya dengan Takbir, kemudian Shalat Idul Adha dan kemudian memotong hewan Kurban bagi yang melaksanakannya.

Masih ada keistimewaan yang lain. Yaitu bahwa amal shaleh selama 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah sangat utama dan sangat dicintai oleh Allah Swt dibanding amal shaleh di hari-hari yang lain. Begitu istimewanya amal shaleh di hari-hari tsb sehingga tidak ada yang sebanding kecuali seseorang yang pergi berjihad dengan jiwa raga dan segala perbekalannya sendiri kemudian ketika pulang ia tidak membawa apa-apa.

Banyak sekali hadis yang menerangkan masalah ini. Yaitu dalam Sahih Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Yang paling banyak meriwayatkan adalah Musnad Ahmad dengan berbagai variasinya.

Sahih Bukhari memasukkan hadis ini dalam bab Hari-hari Tasyriq, namun Mustafa al-Bagha ketika memberi syarahnya cenderung memahami sebagai 10 hari pertama Dzul Hijjah. Sedang Suhaib Abdul Jabbar dalam kitab al-Musnad al-Maudhu’iy lilJami’ lilKutub alAsyarah, (Kitab Sepuluh Hadits Per Bab, 22 Juz) memasukkan hadis ini dan yang semisalnya ke dalam Bab Keutamaan Puasa 8 Hari pertama Dzul Hijjah.

???? ????? ????????? ???? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ?????: «??? ???????? ??? ???????? ???????? ??????? ??? ???????» ???????: ????? ?????????? ?????: «????? ?????????? ?????? ?????? ?????? ????????? ?????????? ?????????? ?????? ???????? ????????» ???? ???????

Dari Ibnu Abbas Ra. dari Nabi Saw, beliau bersabda: Tidak ada amal di hari-hari manapun yang yang lebuh utama daripada yang di hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah).

Sahabat bertanya: Tidak pula Jihad? Rasulullah Saw: Ya, tidak pula Jihad kecuali seseorang yang pergi berjihad dengan jiwa dan harta bendanya, dan seusai jihad dia pulang dengan tidak membawa apa-apa. (Sahih Bukhari).

???? ????? ????????? ?????: ????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ?????????: «??? ???? ????????? ????????? ?????????? ?????? ??????? ????? ???????? ???? ?????? ???????????» ??????? ?????????? ???????: ??? ??????? ??????? ????? ?????????? ??? ??????? ???????? ?????: «????? ?????????? ??? ??????? ???????? ?????? ?????? ?????? ?????????? ?????????? ?????? ???????? ???? ?????? ????????» ??? ??? ??????? ??????? ??? ???? ?????

Dari Ibnu Abbas Ra. berkata: Rasulullah Saw bersabda: Tidak ada hari-hari yang ketikz itu amal saleh dilaksanakan lebih dicintai oleh Allah kecuali hari-hari ini. Yaitu 10 hari pertama di bulan Dzul Hijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, tidakkah juga Jihad fii sabiilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fii sabilillah, kecuali seseorang yang pergi berjihad dengan jiwa dan raganya, kemudian ketika pulang tidak membawa apa-apa. Sunan Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad.

Keistimewaan selama 10 hari pertama ini adalah bahwa kita dipersilakan untuk melakukan amal shaleh apapun yang sesuai dengan tuntunan dengan tujuan untuk ibadah dengan ikhlas kepada Allah Swt.

Istimewa bukan?

 

*

*

Top