Manfaat Sedekah Untuk Kesehatan Fisik dan Jiwa*

(Ilustrasi: huffingtonpost.com)

(Ilustrasi: huffingtonpost.com)

Oleh: Marchiana A.H.

Dalam Alquran, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersedekah; baik dalam rangka jihad fi sabilillah, maupun membantu sesama. Namun tak semua orang mampu melihat kehebatan amalan yang sangat dianjurkan ini. Rasa cinta pada harta, sering kali menjadi penyebabnya.

Awalnya, keterkaitan antara sedekah dan keimanan, dengan kesembuhan dari penyakit. Barulah penelitian James Andreoni pada tahun 1989 menunjukkan fenomena ekonomi “warm-glow-effect” (efek cahaya pemberi). Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana seseorang yang rajin beramal memiliki perasaan positif.

Studi Jorge Moll dari National Institutes of Health di tahun 2066 menemukan, ketika seseorang berdonasi, beberapa area di otak yang berhubungan dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya menjadi aktif. Para peneliti pun percaya bahwa ketika kita melakukan tindakan altruistik, otak akan melepaskan hormon endorfin. Hormon tersebut memicu “kemabukan” positif yang disebut “helper’s high”.

Masih banyak penelitian yang menunjukkan efek positif dari sikap dermawan pada kesehatan. Seperti penelitian Stephanie Post yang dimuat dalam bukunya, Why Good Things Happen To Good People. Ia menyatakan bahwa berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan, bahkan bagi penderita penyakit kronis semisal HIV AIDS.

Menyimak hasil-hasil penelitian di atas, bisa dibayangkan betapa baiknya bila pendidikan tentang sedekah telah diberikan sedari usia dini. Tentunya generasi Muslim akan semakin berkembang karena terbiasa bersikap sesuai fitrah –menghadapkan diri pada agama yang lurus.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 271: “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dengan kata lain, terlepas dari bagaimana sedekah itu dilakukan (sembunyi-sembunyi atau terang-terang-terangan), sedekah tetap menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat pada pemberinya. Amal tersebut juga mengundang rahmat Allah berupa ampunan atas dosa. Dari sini kita bisa mengerti, mengapa Abu Bakar Ash-Shiddiq ikhlas menyedekahkan seluruh hartanya, dan Umar bin Khattab sebanyak separuh dari hartanya pada Perang Tabuk.

Hal lain yang bisa kita jadikan motivasi dalam berdekah, ialah hadis nabi di bawah ini:

“Apabila anak Adam itu telah mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh/salehah yang mendoakan kedua orangtuanya.” (HR. Muslim).

*Disadur dari artikel “Fakta Sedekah: Makin Sehat dan Bonus Pahala” yang dimuat di hidayatullah.com.

Top