Panitia Program Ramadan Salman: Tetap Melayani di Hari Nan Fitri

???????????????????????????????

Panitia Pelaksana Program Ramadan (P3R) Salman sedang membagikan paket sahur di Jalan Asia Afrika, Selasa (30/6) lalu.

Berbondong-bondong orang merayakan kemenangannya. Setelah sebulan penuh melewati bulan penuh ujian, akhirnya tibalah hari yang dinantikan; Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H.

Umumnya dalam menyambut Idul Fitri, umat Muslim pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak keluarga. Lain halnya dengan Panitia Pelaksana Porgram Ramadan (P3R) Masjid Salman ITB. Sebagian dari mereka memilih tetap menjalankan amanah sebagai pelayan jemaah hingga pelaksanaan salat Ied tiba.

“Saya gak pulang karena terikat komitmen. Para ketua divisi berusaha berkomitmen sampai akhir dan beberapa panitia yang lain juga sama tidak mudik. Alhamdulillah saya dapat restu dari orang tua,” ujar Sobit Apriliyana, Ketua Divisi Pelayanan Jamaah P3R, Rabu (15/7).

Ia mengatakan, dalam kepanitiaan ini ia mendapat ujian kesabaran. Kegiatan Ramadan di Masjid Salman sendiri berskala besar, pembentukan panitia juga tidak mudah. Meski demikian, ia mengaku mendapat keluarga baru dari kepanitiaan tersebut.

Pendapat senada disampaikan oleh Bendahara P3R, Hanna Fauziyah Puschy Dae. Menurutnya, kepanitiaan P3R Salman diisi oleh orang-orang yang punya tanggung jawab dalam mengemban amanah.

“Bisa bertemu dengan kawan-kawan yang juga punya dedikasi tinggi untuk menyukseskan acara P3R adalah pengalaman luar biasa. Selain itu, saya merasa ada panggilan buat lebih lama di Salman,” tutur Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB angkatan 2013 ini.

Ketua Pelaksana P3R, Handy Tri Hasodo, memberikan apresiasi yang besar kepada para panitia yang memilih berlebaran di Masjid Salman. “Setiap orang dihadapkan pada pilihan, dan ada konsekuensi yang tidak bisa dihindari dari pilihan-pilihan tersebut,” ujarnya melalui pesan elektronik, Kamis (16/7).

Ia melanjutkan, ada orang-orang yang Allah gerakkan hatinya untuk tetap melayani di Salman. Tetapi ada juga yang dari dalam hatinya ingin berada di Salman, tetapi orang tua punya keinginan yang tentunya harus lebih diutamakan.

“Kalau Allah berkenan untuk melayani seorang jamaah yang dicintai-Nya, maka siapapun panitianya, siapapun ketuanya, pasti Allah akan layani hamba-hamba yang dicintai-Nya,” pungkas Handy.[ed: Dh]

Top