Yang Muda Yang Memberi (2): Ber-Ziskaf Selagi Muda? Wow, Keren!

rumah amal

(Foto: Tristia R.)

“Wow, keren! Hehehe …,” ujar Hadiwijaya (31), seorang pelukis, ketika ditanya pendapatnya saat melihat anak muda yang sudah rutin mensisihkan hartanya untuk zakat, infak, sedekah, maupun wakaf (ziskaf).

Tak jauh beda dengan Hadiwijaya, beberapa orang yang diwawancara oleh Salman Media via Facebook, Senin (20/4), juga mengungkapkan bahwa anak muda yang rutin ber-ziskaf merupakan cerminan dari sosok yang mulia dan dapat menjadi teladan. “Ia dapat menjadi contoh teladan bagi yang lainnya. Setidaknya,ia mampu membagi harta yang telah dititipkan oleh Allah dengan baik,” ujar Nisa (22), sarjana lulusan UPI Bandung.

Dalam Islam, beramal melalui harta merupakan perintah Allah yang tersebar di banyak ayat Alquran.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Q.S. Al-Hadid [57]: 7)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 261)

Perintah ini berlaku kepada seluruh umat muslim, tak terkecuali anak muda. Selagi muda, mungkin belum banyak harta yang bisa diberikan. Namun, dengan mulai rutin berziskaf hal ini menjadi bukti kesungguhan dan keistikamahan dalam beramal. Menurut Niko (25), pemuda seperti itu merupakan anak muda yang matang. Santri di Pesantren Daarul Halim Bandung Barat ini mengaku mulai mencoba untuk rutin melakukan sedekah harian setiap pagi hari.

Ber-ziskaf sebenarnya merupakan hal yang mudah, jika memang berniat untuk melakukannya. Namun, kadang kala kendala dari mana asal harta yang akan di-ziskaf-kan menjadi hal yang juga perlu dipertimbangkan. Bagi Ali (22) yang masih berstatus mahasiswa, uang yang sekarang digunakannya untuk penghidupan merupakan uang titipan dari orang tua yang belum berani dipakainya secara rutin untuk ber-ziskaf. Di sisi lain, Ali berharap ke depannya ia bisa melakukannya. “Saya punya keinginan besar suatu saat nanti bisa istikamah ber-ziskaf jika sudah memiliki penghasilan sendiri. Insya Allah,” ujarnya.

Masa muda adalah masa seseorang mulai belajar untuk mandiri. Pada masa ini, lumrah apabila seseorang belum bisa menyisihkan sebagian harta yang berlebih untuk di-ziskaf-kan. Jangankan untuk memberi, mungkin kebutuhan pribadinya sendiri belum bisa dipenuhi. Makanya, barangsiapa yang selagi muda sudah berani rutin ber-ziskaf, sengaja menyisihkan hartanya walaupun tak banyak, pastinya keren banget!

Related posts

One Comment;

*

*

Top