Semangat Masjidpreneur (3): Tips Bos Shafira Bagi Pebisnis Busana Muslim

Feny Musthafa, Bisnisnya berwal dari keinginannya membantu sesama muslimah untuk mengenakan jilbab. Saat itu pelarangan jilbab cukup marak terjadi baik di sekolah, kampus, juga kantor. (Foto: Fery AP)

Feny Musthafa, Bisnisnya berwal dari keinginannya membantu sesama muslimah untuk mengenakan jilbab. Saat itu pelarangan jilbab cukup marak terjadi baik di sekolah, kampus, juga kantor. (Foto: Fery AP)

Tercatat, Salman menerbitkan insan-insan wirausaha yang terkenal pamornya. Salah satunya Feny Mustafa. Kerja keras berbalut sentuhan artistiknya menghasilkan bisnis busana muslim ternama seantero negeri, Shafira. Tak hanya itu, ghirah dakwahnya membuat pemakaian jilbab kian merambah.

Syukur. Padu padan mode serta warna-warni hijab kian bertebaran di beragam gerai brand busana muslim. Bagaimana tanggapan Feny ihwal fenomena tersebut?

“Bagus,” ujar Feny, saat diwawancarai Salman Media Jumat (23/1) di Shafira. “Tapi pertama-tama tujuannya harus sama, menyiarkan busana muslim. Kedua, membuka lapangan kerja.”

Feny juga mewanti-wanti agar brand-brand tersebut memahami selera pasar. Boleh saja menciptakan sesuatu yang baru, namun ada sesuatu yang pasar sukai dari hal tersebut. “Dan harus profesional. Menjadi pengusaha apapun, admistrasinya harus bagus. Kalau nggak, akan jadi benang kusut,” kata Feny.

Feny sendiri menilai Indonesia masih menjadi kiblat busana muslim di ASEAN, bahkan di dunia. Turis-turis Brunei, Malaysia, Singapur antusias berkunjung ke Indonesia untuk melihat busana-busana Muslim. Namun, usaha wirausaha busana Muslim di negara-negara tersebut sudah tidak kompetitif.

“Jelang MEA ini, daripada dagang di negara lain, lebih baik dagang di Indonesia,” prinsipnya. “Jangan sampai pasar Indonesia yang besar ini membuat negara lain jualan ke kita.”

Selain itu, ia berharap pemerintah dapat mengatur kenaikan harga bahan-bahan pokok. Kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) pun tak kunjung mensejahterakan buruh karena inflasi harga pokok merayap lebih tinggi. 

“Akan lebih fair kalau harga kebutuhan pokok dikontrol. Boleh UMR dinaikkan namun secara jangka panjang,” Feny berpendapat. “Jadi pengusaha bisa memperkirakan. Sekarang banyak pengusaha-pengusaha gulung tikar karena harus menanggung kenaikan UMR dan harga pokok.”

Butuh kerjasama antara pemerintah, pengusaha, dan tenaga kerja memang agar kesemuanya sama-sama diuntungkan.***

Related posts

One Comment;

*

*

Top