Soal Faktor Aliran Sesat, Ini Kata MUI

Suasana diskusi Mewaspadai Penyimpangan dalam Berislam. (Foto: M. Ambang)

Suasana diskusi Mewaspadai Penyimpangan dalam Berislam. (Foto: M. Ambang)

Maraknya penyebaran aliran sesat yang mengatasnamakan Islam, membuat masyarakat mesti berhati-hati. Untuk itu, Sabtu (6/10) lalu, Masjid Salman ITB mengadakan diskusi publik bertema “Waspada Terhadap Penyimpangan dalam Berislam”, bersama Staf Khusus Komisi Fatwa MUI Pusat, Ustadz Irfan Helmi.

Dalam penjelasannya, Irfan memaparkan 10 karakter aliran sesat. Pertama, status aliran yang bersangkutan telah dinyatakan sesat oleh MUI berdadarkan dalil-dalil yang kuat. Kedua, aliran tersebut menyalahi hal-hal pokok dalam Islam.

“Misalnya tauhid, kenabian, dan aqidah,” kata Irfan.

Ketiga, aliran yang dimaksud meyakini adanya turunnya wahyu setelah alQuran. Poin selanjutnya, yakni mengingkari otensitas atau keaslian isinya. Kelima, aliran tersebut melakukan penafsiran alQuran dengan tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

“Poin enam sampai delapan, semuanya berkaitan dengan pengingkaran terhadap kenabian. Yang mana pertama, mereka yang mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam,” lanjutnya.

Ketujuh dan kedelapan adalah menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan para Nabi dan Rasul, juga mengingkari Nabi Muhammad SAW Sebagai nabi terakhir.

Poin kesembilan, aliran tersebut mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah. Lalu terakhir, mereka mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil yang syar’i. [Ed: Dh]

Top