Sumbangsih Salman Berdayakan Guru Honorer

 

Dengan antusiasnya guru-guru mengikuti pelatihan aplikasi office spreadsheet di laboratorium komputer Salman ITB. (Foto: Dok. LPP Salman ITB)

Dengan antusiasnya guru-guru mengikuti pelatihan aplikasi office spreadsheet di laboratorium komputer Salman ITB. (Foto: Dok. LPP Salman ITB)

Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. LPP bukanlah lembaga pendidikan formal seperti sekolah. Namun, lembaga ini fokus pada pemberian wawasan keilmuan dan isu terkini seputar dunia pendidikan.

Program layanan LPP yakni Bea Guru, Salman Education Forum, Synergi For Madrasah, Program bantuan sekolah, Green School, ICT goes to School, Students motivation Forum. “Pelatihan disini rata-rata gratis,” kata Asisten Manajer LPP Mamat Arohman.

Saat ini di LPP terdapat dua keanggotaan guru. Ada yang dinamakan Teacher Learning Center. Ada pula yang dinamakan club guru (sudah berpisah dengan LPP). Teacher Learning Center memiliki anggota lebih dari 1000 guru.

Teacher Learning Center sendiri terdiri dari guru PNS dan guru honorer. Anggotanya memang cenderung lebih banyak guru honorer dibanding guru PNS. Hal ini dikarenakan guru PNS rata-rata memiliki jam kerja lebih tinggi dibandingkan guru honorer.

Namun, disadari bahwa beberapa guru honorer memiliki jam kerja lebih lama dibanding guru PNS. Mamat menilai mereka lebih idealis mengajar tanpa sempat mengurus birokrasi untuk menjadi guru PNS.

Guru honorer, Mamat menjelaskan, adalah guru yang mengajar dan digaji hanya tergantung dari kebijakan sekolah. Ada guru honorer yang memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK merupakan kode identitas unik yang diberikan kepada seluruh Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf) di seluruh satuan pendidikan (Sekolah) di Indonesia.

Ada syarat untuk mendapatkanNUPTK, yaitu minimal harus mengajar 3 tahun di instansi yang sama. Tentunya, hal tersebut ditunjang dengan jam mengajar yang sudah di tentukan. Guru honorer yang memiliki NUPTK biasanya mendapat subsidi dari Nngara, tergantung dari kebijakan kabupaten/kota, provinsi, negara. Dibayarnya pun tidak sekaligus per bulan,” terang Mamat.

Beda guru honorer dengan guru PNS yang digaji oleh Negara, adalah guru honorer tidak mendapatkan pensiun. Menurut Mamat bukan ranah LPP untuk membantu hal-hal teknis yang berada dalam ranah birokrat.Bantuan LPP murni untuk memberdayakan dan meningkatkan potensi.

Bagi sekolah yang berminat untuk mengikuti program-program LPP, bisa membawa proposal pengajuan ke LPP Salman ITB.

Related posts

One Comment;

*

*

Top