Menjembatani Ragam Cinta*

Harun Suadi Isnaini, salah seorang pelakon dalam gelaran "Dzikir Drama: CINTA. Cintailah Hati. Cinta Tuhan"

Harun Suadi Isnaini, salah seorang pelakon dalam gelaran “Dzikir Drama: CINTA. Cintailah Hati. Cinta Tuhan” yang akan ditampilkan pada Sabtu (19/4) mendatang.

Ketika Nabi Adam mengambil buah khuldi,  Siti Hawa yang mendesak Adam. Adam menurut karena sangat cinta kepada Siti Hawa, maka diambillah itu. Walhasil,  mereka diturunkan Allah ke bumi dan bertemu di Padang Arafah. Mereka pun menangis dan bertaubat kepada Allah. Itulah perasaan cinta kepada Allah.

Kehidupan ini, bisa berlangsung karena cinta. Bayangkan jika tidak ada cinta. Harimau, induknya bisa memakan anaknya. Menurut pencermatan saya, dalam konsep agama kita, segala sesuatu itu didasari oleh cinta.

Saya merujuk pada hadits ini: “Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri.”  Mengapa ada hadits itu? Dalam terminologi agama kita, itulah bukan yang dimaksud cinta?

Melalui pentas teater, kami berusaha menjembatani filosofi cinta Islam dengan persepsi cinta yang dikenal luas sekarang. Kenapa saya  akan munculkan anak ABG yang galau cinta, karena itulah kenyataan sekarang. Kenapa saya munculkan kakek nenek, karena saya ingin menunjukkan cinta yang tak padam hingga masa tua. Itu pesannya.

Mengapa akan ada cuplikan anak-anak jalangan, karena sesuai dengan hadits tadi– untuk mencintai saudaranya sendiri seperti mencintai dirinya sendiri.

 

 

*Disarikan dari nukilan perkataan Ius Kadarusman, pelatih Teater Menara Salman, pada saat latihan teater Senin, (31/3).

Jangan lewatkan pertunjukan Teater Menara Salman dalam pentas Dzikir drama “Cinta : Cintailah Hati, Cinta Tuhan”

Karya dan Sutradara : Ius Kadarusman bin Engkos Kosasih
Penata musik : H. Cecep Ahmad Hidayat

Sabtu 19 April 2014
Pukul 19:00 – Selesai
@GSG Masjid Salman ITB

Gratis dan untuk umum seperti, cinta..

*

*

Top